Take a fresh look at your lifestyle.

Karaoke dan Panti Pijat di Pantura Masih Buka

333

SURADADI – Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Tegal perihal pencegahan penyebaran infeksi Virus Korona (Covid-15) pada Selasa (17/3) lalu, masih banyak tempat karaoke dan panti pijat di wilayah Pantura Kabupaten Tegal yang beroperasi. Ironisnya, para tamu karaoke dan panti pijat tersebut, mayoritas dari luar kota.

“Sekolah diliburkan, aktivitas di perkantoran juga dibatasi, obyek wisata ditutup, dan perusahaan juga dibatasi, tapi tempat karaoke dan panti pijat masih buka seperti biasa,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani, Kamis (19/3).

Dikatakan, tempat karaoke dan panti pijat di pantura yang masih buka jumlahnya mencapai puluhan tempat. Hal itu berdasarkan masukan dari masyarakat dan pantauannya di sepanjang jalan pantura. Terutama, di wilayah Munjungagung Kecamatan Kramat dan wilayah Kecamatan Suradadi. Di sejumlah tempat karaoke dan panti pijat, terlihat sejumlah mobil dengan nomor polisi luar daerah.

“Ini sangat rawan menularkan Virus Korona, karena sejumlah kota besar di Indonesia sudah ada yang positif terinfeksi Korona,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Menurut dia, banyaknya pengunjung dari luar kota yang singgah untuk mencari hiburan di Kabupaten Tegal, disinyalir karena pemerintah daerah tetangga secara keras melarang tempat hiburan tutup. Kendari di Kabupaten Tegal juga memberlakukan hal serupa, namun pengawasan dinilai tidak terlalu ketat.

“Dinas terkait harusnya bisa mengamankan kebijakan Bupati Tegal,” tegas Rudi.

Selain tempat hiburan, tambah dia, obyek wisata Pantai Purwahamba Indah (Purin) di Kecamatan Suradadi, juga dinilai masih banyak pengunjung yang datang. Padahal, secara tegas Bupati menutup semua wisata yang dikelola Pemkab Tegal.

“Di satu sisi diperketat, di sisi lainnya masih longgar. Harusnya bersama-sama memperketat penyebaran Virus Korona,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA