Take a fresh look at your lifestyle.

Kapolres Tegal Resmikan Gedung Sat Polair

178

SLAWI – Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto meresmikan Gedung Sat Pol Air Polres Tegal di Pantai Larangan Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Rabu (24/7).

Peresmian Gedung Sat Polair Polres yang diberi nama Endra Dharma Laksana dihadiri Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Tegal, Kepala Kantor Syahbandar,Camat Kramat, Kepala Desa Munjungagung, ketua dan pengurus Bhayangkari Tegal dan warga Desa Mungjungagung.

Kapolres Tegal menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Munjungagung yang menghibahkan tanah kepada Polres Tegal seluas 750 meter persegi untuk dibangun Kantor Sat Polair Polres Tegal.

“Ini adalah wujud bukti nyata, partisipasi yang selama ini sudah terbangun dan bersinergi antara Polri dengan masyarakat. Warga Desa Munjungagung sangat antusias dan aktif, turut bekerjasama bersama Polri berupaya menciptakan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Tegal,”ungkap Dwi Agus saat menyampaikan sambutan.

Dwi Agus menyampaikan, sudah menjadi tugas Polri untuk menjaga masyarakat, melakukan penegakan hukum dan melindungi, mengayomi maupun melayani masyarakat.

“Kami jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Tegal, menjawab tantangan keberadaan aparatur negara di Tegal, semoga bisa menjaga kamtibmas dari lereng Gunung Slamet sampai Pantai Larangan Desa Munjungagung,”imbuhnya.

Dibangunnya Gedung Sat Polair di wilayah Kecamatan Kramat disambut baik Camat Kramat Wuryanto. Dia berharap, kedepan Pantai Larangan yang digadang-gadang sebagai Jimbaran dari Tegal ini bisa menjadi destinasi wisata dan menjadi pelabuhan agar dapat lebih meningkatkan lagi perekonomian masyarakat Kecamatan Kramat.

Wuryanto menyebutkan, di tempat tersebut masalah sosial sangat komplek. Dengan ditutupnya lokalisasi di sepanjang Pantura Kabupaten Tegal, kini banyak PSK yang pindak ke Pantai Larangan.

Hal itu menjadi perhatian Pemkab Tegal, dan belum lama ini Satpol PP telah melakukan penertiban di Pantai Larangan. Permasalahan lain adalah terkait tanah timbul.

Wuryanto juga mengimbau agar pemerintah desa setempat memperhatikan akses jalan di desa tersebut.

“Kades agar memikirkan hal ini. Bisa dengan dana desa, supaya tidak tanggung-tanggung. Apalagi disini sudah ada Kantor Syahbandar dan Polair,”tuturnya.

Peresmian Gedung Endra Dharma Laksana dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustad Abdul Latif dan penyerahan zakat profesi Polres Tegal kepada 25 warga Desa Munjungagung.

Kegiatan ditutup dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita serta dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Kapolres Tegal didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Tegal, Dewi Dwi Agus yang diserahkan kepada Ketua HNSI Kabupaten Tegal, Warnadi.

(Sari/ red38)

BERITA LAINNYA