Take a fresh look at your lifestyle.

Kala Napi Rutan Batang Ikut Lomba Fashion Show, Begini Jadinya

83

BATANG- Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75 Rutan Batang menggelar berbagai perlombaan, baik diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) maupun  pegawai.

Ada satu perlombaan yang lain dari biasanya dan membuat gelegak tawa penonton pecah yaitu lomba fashion show ala napi. Lomba yang digelar, Senin (24/8), di aula Rutan Batang tersebut  mengharuskan para peserta membuat dan memakai kostum yang unik berbahan dari limbah koran bekas.

Peserta terdiri dari beberapa tim dan diberi waktu 2 hari untuk merancang kostum. Walhasil berbagai kostum unik mereka tampilkan. Ada yang menggunakan kostum Semar, adapula Gatotkaca,  Suku Dayak dan lainnya.

WBP wanita juga tidak ketinggalan dengan aneka kostum kreasi mereka yang cantik. Semuanya menggunakan bahan koran bekas. Selain kostum, tata riasnya juga diperlombakan. Selain itu, juga digelar lomba potong rambut. Kesemuanya merupakan hasil pelatihan yang diselenggarakan oleh
Rutan Batang.

Abdul Sukur, salah satu WBP peserta lomba yang menggunakan kostum Semar mengaku senang mendapat juara I. dirinya mengaku membuat kostum selama sehari bersama timnya.

” Alhamdulillah juara I untuk fashion show dan juara III untuk tata riasnya,” ujarnya.

Abdul Sukur menambahkan semua bahan kostum disediakan pihak rutan.

” Koran bekas dan perlengkapan kostum semua dari rutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Rutan (Ka KPR) Dhoni Arib Setiawan menuturkan, untuk fashion show dan tata rias bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Batang dan sanggar rias Zeroego yang selama ini memberikan pelatihan tata rias kepada WBP.

” Lomba fashion show dan tata rias ini juga sebagai implementasi WBP selama mengikuti pelatihan tatarias kerjasama dengan BLK. Selain itu juga ada lomba potong rambut yang juga sebagai hasil pelatihan dengan BLK,” tutur Dhoni.

Dhoni berharap, keterampilan tata rias dan potong rambut yang sudah dimiliki WBP bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan ketika bebas kelak.

” Harapan kami keterampilan yang didapat didalam rutan bisa dikembangkan di luar,” harapnya. (Trisno Suhito-red17)

BERITA LAINNYA