Take a fresh look at your lifestyle.

Kakek Diringkus Cabuli 8 Anak SD

144

BREBES – Slamet Riyadi (54) warga Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, harus meringkuk di ruang tahanan Mapolres Brebes, kemarin. Kakek itu diringkus polisi karena diketahui telah melakukan tindak pencabulan terhadap 8 anak di bawah umur, yang baru duduk di Sekolah Dasar (SD).

Untuk melancarkan aksi bejadnya itu, tersangka mengiming imingi para korbannya dengan memberikan uang jajan Rp 4.000. Tersangka ditangkap polisi di rumahnya, Selasa (3/12).

Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui Kasatreskrim Polres Brebes AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, kasus pencabulan itu terbongkar berawal dari laporan orang tua korban. Dari hasil penyelidikan, diketahui pelakunya dan langsung dilakukan penangkapan. Aksi cabul tersangka dilakukan pada Desember lalu. “Tersangka ini kami tangkap di rumahnya. Dari hasil pemeriksaan, diketahui jumlah korbannya ada 8 anak di bawah umur. Mereka semua masih duduk di SD ” ungkapnya saat ekspos kasus di Mapolres Brebes, Senin (9/12).

Menurut dia, modus yang dilakukan pelaku, dengan membujuk para korban untuk melakakukan perbuatan cabul, dan mengiming-imingi uang Rp 4.000 setiap korbannya. Aksi cabul itu dilakukan korban di sebuah rumah bekas warung, di dekat Kantor Balai Desa Cilibur. “Aksi tersangkan ini dilakukannya di rumah kosong bekas warung. Para korban dicabuli bergantian, dengan iming-iming uang sebesar Rp 4.000,” terangnya.

Selain menangkap tersangka, lanjut dia, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antarannya, sejumlah uang yang diberikan tersangka kepada korban, dan pakaian korban. “Tersangka akibat perbuatannya ini, kami jerat pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang – undang. Tersangkan kami ancam hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

Dia menambahkan, hingga kini pihaknya masih terus mengembangkan kasusu tersebut. Termasuk, menyelidiki apakah ada korbam lain, selain 8 anak tersebut. “Sementara ini hanya 8 anak yang menjadi korban, tapi kami masih kembangkan barangkali bertambah,” pungkasnya.

(Bayu Setiawan-red2)

BERITA LAINNYA