Take a fresh look at your lifestyle.

Jumlah Kapal Purseseine Kota Tegal Menurun

165

TEGAL – Para pelaku usaha perikanan tangkap jenis kapal dengan alat tangkap purseeine di Kota Tegal meminta kepada pemerintah untuk mencarikan solusi terkait murahnya harga ikan di pasaran. Sebab, dengan semakin murahnya harga ikan sangat memberatkan para nelayan karena meski dapat hasil tangkapan ikan banyak selama beroperasi melaut sekitar 2-3 bulan (satu trip), namun biaya operasionalnya sangat tinggi. Hal itu disampaikan Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Riswanto, kemarin.

Menurut dia, selama ini daerah operasi sangat jauh, sehingga membutuhkan perbekalan dan BBM solar industri untuk mencukupi kebutuhan selama melaut. Akibatnya banyak nelayan yang mengalami kerugian. Di Kota Tegal jumlah kapal perikanan tangkap dengan jenis alat tangkap purseseine di atas 30 grostone mengalami penurunan. Bahkan, banyak yang tidak mampu bertahan untuk mengoperasikan usahanya, sebagian dari mereka memilih untuk menjual kapalnya. “Dulu jumlah kapal purseseine Di Kota Tegal mencapai ratusan, sekarang tinggal puluhan,” katanya.

Riswanto mengemukakan, meski jumlah kapal purseseine menurun, namun harga ikan semakin murah. “Jumlah kapal purseseine bisa mendongkrak hasil tangkapan dan harga Ikannya, Ini malah sebaliknya. Karena itu, perlu adanya perhatian seluruh pihak termasuk negara harus hadir. Sebab, sektor perikanan berkontribusi dari pelaku usaha melalui retribusi lelang ikan di TPI Kota Tegal,” katanya. .

Dia mengemukakan, hasil tangkapan ikan jenis kapal ikan purseseine yaitu ikan layang. Para pelaku usaha pernah mengalami masa kejayaannya pada saat harga ikan tidak murah, seperti saat sekarang serta adanya kebijakan dari Pemerintah masih diperbolehkannya kapal diatas 30 GT menggunakan BBM solar subsidi. “Sekarang aturan penggunaan BBM subsidi untuk kapal siatas 30 GT sudah dicabut. Tentu akan berdampak pada naiknya biaya operasional dan mengurangi penghasilan nelayan,” katanya. (Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA