Take a fresh look at your lifestyle.

JNE Tegal Komitmen Jaga Sinergi dan Kolaborasi dengan UKM

58

TEGAL, smpantura.com – Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Tegal, menggelar webinar bertema ‘JNE Ngajak Online 2021 GollAborasi Bisnis Online 2021 Kota Tegal’ bersama para pelaku Usaha Kecil Mencegah (UKM), Kamis (15/4) siang.

Gelaran tersebut dilakukan, untuk menyelamatkan dan memberi dukungan penuh kepada UKM, agar terus berkembang dalam menghadapi masa transisi yang mulai beralih dari penjualan offline ke online.

Head of Regional JNE Jateng dan DIY, Marsudi dalam sambutannya mengatakan, gelaran webinar ini merupakan salah satu bentuk perhatian JNE dalam rangka pemberdayaan UKM, khususnya di Kota Bahari.

Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Tegal dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

“Semoga webinar ini bisa memfasilitasi dan membantu para UKM dalam menjalankan bisnis di era digitalisasi ini,” ujar Marsudi.

Kepala Cabang JNE Tegal, Subari menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus melaksanakan program sinergi dan kolaborasi yaitu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan program adaptasi dan inovasi.

Dimana JNE, sambung Subari, akan terus optimis dan percaya bahwa tantangan yang saat ini sedang kita hadapi juga memberikan kita peluang untuk terus menggali potensi untuk berkembang di era pandemi.

“JNE terus memberikan dukungan penuh kepada UKM Tegal dengan terus berkolaborasi dengan brand owner, menyediakan wadah bagi UKM untuk belajar digital marketing. Untuk menghadapi peak season menyambut Lebaran, JNE sudah menyediakan sekitar 15 ribu slot barang yang dikirim sebagai bentuk dukungan kepada para UKM,” pungkasnya.

Owner Sambal Kdiyah, Khalimatus Sa’diyah yang hadir sebagai perwakilan UKM Kota Tegal menyampaikan, langkah pertama yang harus dilakukan para calon pelaku bisnis ialah menentukan target pasar. Dari target yang sudah ditentukan ini akan membuka celah untuk bagi pelaku usaha untuk mengembangkan strategi bisnis kedepannya.

“Melihat dari target pasar yang sudah ditentukan itu akan memberikan kita gambaran pada langkah berikutnya. Seperti menentukan bahan atau olahan yang akan digunakan serta harga yang akan ditawarkan kepada calon pelanggan,” kelakarnya.

Pelaku UKM juga didorong untuk terus melakukan inovasi pada produknya. Diversifikasi pada produk dapat dilakukan akibat permintaan oleh pelanggan atau pun ide atau inpirasi sendiri yang dapat disesuaikan dengan selera masyarakat.

Hal ini disampaikan Intan Maulida selaku Owner Mbakyune, salah satu pelaku UKM Kota Tegal yang berhasil mengembangkan produknya hingga 13 varian minuman herbal atau jamu.

“Meneliti, melakukan riset, hingga merasakan trial and error berkal-kali merupakan hal yang lumrah bagi kita yang sedang merintis usaha. Kuncinya itu adalah semangat yang terus ada dalam diri kita,” tutupnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA