Take a fresh look at your lifestyle.

Jelang Shalat Tarawih, Sejumlah Masjid di Brebes Disemprot

175

BREBES – Menjelang pelaksanaan shalat tarawih pada Kamis malam (23/4), sejumlah masjid maupun mushola di Kabupaten Brebes disemprot disinfektan. Penyemprotan tempat ibadah itu seperti yang dilakukan di wilayah Kecamatan Larangan, Brebes.

Selain disemprot desinvektan, tim Gugus Tugas Covid-19 tingkat kecamatan juga meminta pengurus masjid menerapkan protokol kesehatan. Selain menjaga jarak, setiap jemaah juga wajib memakai masker. Aksi penyemprotan desinfektan tersebut dilakukan jajaran Muspika bersama pengasuh pondok pesantren. Kali pertama penyemprotan dilakukan di masjid Desa Slatri, kemudian dilanjutkan di masjid Desa Sitanggal. Selain melakukan penyemprotan, mereka juga memberikan masker untuk nanti dibagikan kepada jamaah salat tarawih.

Camat Larangan Sudiyanto mengatakan, sambil menunggu instruksi dari Pemkab Brebes, pelaksanaan salat tarawih berjamaah di masjid dilakukan sesuai kearifan lokal masing-masing. Artinya, pemerintah desa dan para ulama melakukan musyawarah dan diputuskan bersama. Sementara untuk mengantisipasi Covid-19, sejumlah masjid disemprot disinfektan.

“Pemkab Brebes dan para ulama segera melakukan musyawarah untuk pelaksanaan salat tarawih berjamaah. Jadi untuk sementara sebelum ada keputusan dari Pemkab Brebes, pengurus masjid dipersilakan melaksanakan salat tarawih,” katanya.

Dia menegaskan, dalam pelaksanaan shalat tarawih, pengurus masjid diminta menerapkan protokol kesehatan. Setiap jamaah yang akan memasuki masjid harus memakai masker, melakukan cuci tangan, serta disemprot disinfektan dan jaga jarak sof shalat. “Kalau ada jamaah yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan, maka pengurus masjid melarang yang bersangkutan untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid. Ini kesepakatan para ulama, pengurus masjid, dan pemerintah desa di wilayah Kecamatan Larangan,” terangnya.

Sementara anggota DPRD Brebes, KH Nuridin Samsudin yang turut dalam aksi tersebut mengatakan, sesuai aturan yang ada di pemerintahan harus tetap diikuti. Jika daerah sudah dinyatakan sebagai zona merah, maka masyarakat harus melaksanakan shalat tarawih di rumah masing-masing. “Saat shalat tarawih berjamaah, masyarakat harus memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Bagi masyarakat yang kondisi kesehatannya mengarah pada gejala Covid-19, tidak diperbolehkan shalat berjamaah di masjid. Ini demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA