Take a fresh look at your lifestyle.

Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam Tembus Rp 45 Ribu/Kg

165

SLAWI,smpantura.com – Harga daging ayam di pasar tradisional Kabupaten Tegal mengalami kenaikan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Kenaikan harga terjadi sejak awal April lalu.

Umi Zauzah (40) pedagang ayam potong di Pasar Trayeman Slawi mengatakan, sebelumnya harga daging ayam berkisar Rp 37.000-Rp 38.000 per kilogram. Tapi sejak awal April naik menjadi Rp 45.000 per kilogram. Kenaikan terjadi secara bertahap, hampir setiap hari. “Bukan naik lagi harganya, tapi ganti harga. Sebelumnya dijual dibawah Rp 40 ribu per kilogram, sekarang Rp 45 ribu per kilogram,”jelas Umi , Kamis (8/4).

Menurutnya, naiknya harga daging ayam potong dipengaruhi oleh naiknya harga ayam hidup. Harga ayam hidup saat ini dihargai Rp 30 ribu per kilogram. Untuk pasokan daging ayam, menurutnya tidak ada kendala.
Bagi Umi, kenaikan harga daging ayam memberatkan pedagang maupun konsumen.

“Pembelian jadi berkurang. Konsumen tanya kok mahal, dan batal membeli,”tuturnya.
Biasanya, lanjut Umi, harga daging ayam mencapai Rp 45.000 pada saat menjelang Lebaran.

Sementara itu, pedagang daging ayam lainnya, Tini (49) mengatakan, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada daging ayam tapi juga ampela hati. Harga ampela hati naik Rp 500 per biji, dari Rp 2.500 per biji menjadi Rp 3.000 per biji. Kenaikan harga daging ayam, kata Tini, sangat berpengaruh terhadap penjualan di lapaknya. Biasanya dalam sehari dia dapat menjual 70 sampai 80 ekor, namun setelah harga naik penjualan paling banyak 50 ekor.

Tini berharap, harga daging ayam segera turun, apalagi mendekati bulan suci Ramadan. Imbas kenaikan harga daging ayam juga dirasakan Masitoh (44) warga Penusupan, Kecamatan Pangkah. Dia yang membuka warung makan menyiasati dengan memperkecil ukuran ayam goreng yang dijualnya.

“Ya, kalau biasanya ayam satu kilogram saya potong menjadi sepuluh bagian, sekarang menjadi duabelas bagian. Supaya harganya tetap terjangkau konsumen dan saya tidak rugi,”jelasnya.

Sementara itu, harga daging sapi di pasar tradisional masih stabil. Menurut Atun (50), harga daging sapi dijual Rp 120 ribu per kilogram. Meski harga stabil, pembelian daging sapi masih biasa saja bahkan cenderung berkurang.
“Dulu sebelum Covid-19, saya kulak banyak. Biasanya jam 12.00 dagangan sudah habis. Tapi sekarang yang merantau tidak pulang, yang hajatan juga berkurang, dagangan baru habis sore,” ujarnya.

Atun mengatakan, untuk harga hati sapi yangbanyak diminati konsumen pada saat Lebaran, saat ini dijual Rp 70 ribu per kilogram. Jika harga dagingsapi stabil, harga daging kambing naik dari Rp 120 ribu per kilogram menjadi Rp 125 ribu per kilogram. (T04-Red)

BERITA LAINNYA