Take a fresh look at your lifestyle.

Jelang Penutupan DTW Guci, Dinas Porapar Adakan Gerakan Peduli Pedagang

94

SLAWI,smpantura.com – Pemerintah Kabupaten Tegal akan menutup sementara objek wisata selama 14 hari terhitung mulai Selasa pukul 24.00. Salah satu yang akan ditutup Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Bojong.

Menjelang penutupan Daya Tarik Wisata Guci , pada Selasa (8/6), Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal mengadakan gerakan peduli pedagang, dimana pegawai Dinas Porapar dianjurkan berbelanja khususnya sayur dan buah-buahan kepada pedagang kecil di Guci.

Dinas Porapar juga mempublikasikan gerakan peduli pedagang kepada instansi lain yang peduli kepada pedagang agar bisa membeli produk terutama sayur dan buah-buahan.

Kepala Pengelolaan Obyek Wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal Ahmad Abdul Hasib mengatakan, gerakan peduli pedagang ini dilakukan guna membantu pedagang yang berjualan di DTW Guci.

“Penutupan ini kan berat bagi pedagang kecil. Apalagi kalau barang dagangannya tidak laku bisa busuk. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya kita meringankan beban para pedagang kecil yang ada di Guci terutama pedagang sayur dan buah-buahan. Modal mereka kan ada yang pinjam, ada yang konsinyasi dari orang lain,”jelas Hasib.

Gerakan tersebut didukung karyawan dan karyawati Dinas Porapar. Bahkan instansi lain seperti dari Radio Slawi FM, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Bank Jateng Cabang Slawi ikut membeli sayur dan buah-buahan. Mereka memborong sayur dan buah-buahan yang dijual dalam bentuk paket seharga Rp 15.000 maupun secara kiloan.

Hasib menyebutkan, sebelumnya para pedagang telah mendapat sosialisasi penutupan sementara DTW Guci pada Senin (7/6). Penutupan obyek wisata dilakukan karena sejumlah alasan , diantaranya karena penduduk lokal dan pengunjung kurang taat protokol kesehatan .

Selain itu, karena kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal meningkat tajam. “Ini ihtiyar pemerintah daerah untuk melindungi warganya dari paparan Covid-19,”sebutnya.

Selama DTW Guci ditutup, kata Hasib, pihaknya mempunyai rencana aksi diantaranya melakukan penjadwalan ulang bagi petugas UPTD Guci yang belum beristirahat selama libur lebaran.

“Kesempatan ini untuk rescedulling bagi petugas yang belum beristirahat, untuk bisa istirahat sehari menjaga stamina,”ujarnya.

Selain itu, juga akan emlakukan giat kebersihan lingkungan di DTW Guci dan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik. Kegiatan dilakukan bekerjasama dengan kelompok masyarakat seperti Kompak, Gupala dan Permadi termasuk pelaku usaha.

Dengan ditutupnya sementara DTW Guci, pedagang akan kembali bercocok tanam di lahan milik sendiri maupun sebagai petani penggarap. (T04-Red)

BERITA LAINNYA