Take a fresh look at your lifestyle.

Jelang Idul Adha, Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Diintensifkan

165

BUMIAYU– Jelang Idul Adha 1440 H, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes melakukan pemeriksaan hewan kurban yang dijual di Pasar Wage Bumiayu, Rabu (7/8).

Pemeriksaannya meliputi kesehatan hewan. Khusus hewan besar seperti kerbau dan sapi, juga dilakukan pemeriksaan status reproduksinya. Jika diketahui dalam keadaan bunting, maka hewan yang untuk dikurbankan tersebut tidak boleh diperjualbelikan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Ismu Broto mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan agar masyarakat memperoleh hewan kurban yang memenuhi persyaratan sehingga aman dikonsumsi.”Selain di pasar, kami juga melakukan pemeriksaan di kelompok-kelompok ternak dan lapak lapak penjualan hewan kurban. Kemudian terakhir, pemeriksaan dilakukan pada hari H atau saat pemotongan hewan kurban,” kata Ismu

Adapun pelarangan memotong sapi bunting, kata Ismu, bertujuan untuk menjaga populasinya.”Yang boleh dipotong adalah kerbau atau sapi yang sudah tidak produktif lagi,” jelasnya.

Ismu menambahkan, kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Brebes saat ini sangat mencukupi. Ia memperkirakan jumlah kebutuhan hewan kurban tidak bergeser jauh dari tahun sebelumnya. Yaitu sapi 4.500 ekor, kerbau 1.000 ekor, domba 20.000 ekor dan kambing 8.000 ekor.”Stok sangat mencukupi baik dari sapi lokal Jabres maupun sapi yang didatangkan dari daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, harga hewan kurban saat ini mengalami kenaikan dari harga normal. Sapi dijual mulai dari Rp 18 juta sampai Rp 40 juta per ekor.”Ada kenaikan perekor antara Rp 3 juta sampai Rp 5 juta perekor dibandingkan pekan sebelumnya,” kata Sukaryo, penjual sapi di Pasar Wage Bumiayu. Sedangkan kambing mengalami kenaikan perekor antara Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. Saat ini, kambing kurban dijual mulai dari Rp 2,5 juta sampai Rp 6 juta.(Teguh Tribowo/ Red38)

BERITA LAINNYA