Take a fresh look at your lifestyle.

Jed-jedan Kesuksesan Gerakan Indonesia Membaca di Kota Tegal

135

TEGAL-Kesuksesan implementasi Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Kota Tegal patut diapresiasi.

Keberhasilan Pemkot Tegal melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti dianggap sukses dalam dalam meningkatkan budaya literasi di Kota Tegal.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Ir. Haris Iskandar, Phd memberikan apresianya.

Pemkot Tegal diberi kesempatan menjadi narasumber dalam Festival Literasi Indonesia pada puncak Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54 tingkat Nasional tahun 2019, di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (6/9/2019)

Pemkot diminta untuk berbagi pengalaman terkait pengembangan budaya Literasi yang telah nyata memberikan kontribusi besar terhadap meningkatnya prosentase melek huruf nasional sampai 98 persen lebih.

Menurut Haris, keberhasilan melek huruf nasional melebihi 98 persen adalah bukti peran serta serta sinergi dari semua elemen masyarakat. Tak terkecuali dari pemerintah daerah, penggiat literasi dan CSR yang tersebar di seluruh Nusantara.

“Kita ingin menekan lebih rendah lagi sampai zero buta aksara. Kalau semua pemimpin seperti di Kota Tegal dan Sumedang, kita tidak harus menunggu tahun 2030 untuk tercapai, mungkin bisa lebih cepat.” ucap Haris

Haris mengimbau bersama masyarakat, penggiat Literasi dan pemerintah menggunakan cara-cara strategis tentang kemelekan aksara dengan kearifan lokal masing masing daerah sebagaimana yang dilakukan di Kota Tegal.

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi yang menjadi narasumber bersama Bupati Sumedang diacara itu menyampaikan kebijakan dan implementasi literasi masyarakat dimana dalam kebijakannya Pemkot Tegal melakukan 3 langkah strategis.

Yaitu dengan peningkatan pojok baca melalui peningkatan anggaran dan pemenuhan sarana. Pemberdayaan budaya baca di kelurahan dan kampung. Serta pengembangan nilai fungsi berupa tuntas baca – tuntas cerdas dan Taman Belajar Masyarakat.

“Implementasi literasi masyarakat sesuai dengan smart city (the city of innovation) dimana dalam satuan paud dan Dikmas ada pojok baca. Juga kampung jobfair/CSR, wisata literasi baca dan pojok IT,” ucap Jumadi.

Jumadi menambahkan untuk kampung literasi Sakila Kerti yang berada di Kelurahan Panggung sering diadakan job fair buku, pementasan seni dan sastra tegalan dengan melibatkan satuan perangkat dari RT, RW, Lurah, Camat dan Duta Literasi.

“Saya sangat bangga sekali dengan buku hasil karya program literasi di Kota Tegal diantaranya yaitu buku berjudul Wanita Bijak Kata, Pengasong Bukan Dosa, Sekolahku Jejak Masa Depanku, Kuatnya Cinta Tercipta Karya, Tajamnya Pena Tumpulnya Malu dan antologi puisi ‘Mengejar Harapan’, ” ucap Jumadi

Penggiat literasi Kota Tegal, Dr. Yusqon mengatakan, keberhasilan budaya literasi di Kota Tegal tak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang baik antara masyarakat, pegiat literasi, pemerintah dan semua elemen yang berkepentingan untuk meningkatkan budaya literasi di Kota Tegal.

“Keberhasilan ini ada berkat sinergi, kolaborasi dari semua elemen, secara masif kita terus budayakan literasi di masyarakat,” ucap Yusqon. (Setyadi/Red4)

BERITA LAINNYA