Take a fresh look at your lifestyle.

Janjikan Lolos Seleksi Polisi, Dua Pria Tipu Ratusan Juta Rupiah

181

SLAWI-  Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal berhasil mengungkap kasus penipuan penerimaan anggota Polri.Dua tersangka berhasil diamankan, yakni Mohammad Mahyudin (43) warga Kelurahan Pekauman,  Kecamatan Tegal Barat ,  Kota Tegal dan Mohamad Iwan (40 ) warga Kelurahan Sidomare Barat 1, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang dalamkonferensi pers, Senin (30/3) menyampaikan, pengungkapan kasus tersebut bermula adanya laporan korban kepada Satreskrim Polres Tegal.

Korban yang merupakanwarga Slawi Wetan, Kabupaten Tegal mengaku telah dijanjikan oleh dua tersangka, bahwa anaknya bakal lolos seleksi penerimaan Polri dengan syarat menyerahkan sejumlah uang. Untuk meyakinkan korban, tersangka mengaku dekat dengan pihak Istana Kepresidenan dan  merupakan  ajudan dari seorang pejabat Polri berpangkat Pamen.

Meski uang telah diserahkan,  namun anak korban gagal pada saat seleksi tahap awal.

“Korban hanya diminta menyerahkan sejumlah uang dan pelaku menjanjikan anak korban bisa masuk dengan mudah.Padahal, seleksi penerimaan anggota Polri cukup transparan dan tidak dipungut biaya,”kata Iqbal.

Kapolres menuturkan, korban menyerahkan uang  sebanyak empat kali . Terhitung sejak September hingga Oktober 2019, uang yang diserahkan kepada dua tersangka sebesar Rp 150 juta. Penyerahan uang dibuktikan dengan kuitansi.

“Karenanya, kami mengimbau kepada semuanya jika ingin mendaftarkan anaknya menjadi anggota Polri jangan sampai tergiur dengan tawaran yang tidak jelas,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono menyebutkan, awalnya tersangka Mahyudin menawarkan kepada korban agar mendaftarkan anaknya mengikuti seleksi calon anggota Polri di Polres Tegal.

Kepada korban, pelaku mengaku memiliki teman yang bisa membantu dengan syarat menyerahkan uang Rp250 juta. Atas tawaran itu korban tergiur dan selanjutnya menyerahkan uang kepada pelaku sebesar Rp150 juta secara bertahap.

“Untuk meyakinkan korban, Mahyudin mengenalkannya dengan pelaku Iwan yang juga mengaku mengenal seorang pejabat Polri berpangkat Kombes,” tuturnya.

Setelah korbanmenyerahkan uang tersebut, kemudian anaknya  mendaftarkan diri dalam seleksi penerimaan Polri di Polres Tegal. Namun demikian, anak korban dinyatakan tidak lolos karena tinggi badan tidak memenuhi syarat yang ditentukan.

Ketika dilakukan konfirmasi kepada Mahyudin, korban justru diminta kembali menyiapkan uang sebesar Rp 50 juta  dengan dalih supaya bisa mendapat nomor tes.

Hal tersebut memunculkan kecurigaan keluarga korban, sehingga melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tegal pada tanggal 18 Maret 2020.

Laporan ditindaklanjuti dengan melakukan penagkapan kepada tersangka. Mahyudin ditangkap di rumah korban di Jalan Musi, Kelurahan  Slawi Wetan pada 18 Maret  malam, sedangkan Iwan ditangkap di salah satu hotel di daerah Cililitan, Jakarta Timur pada 19 Maret lalu.

Gunawan menambahkan dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya kuitansi pembayaran dan ponsel. Pelaku selanjutnya dijerat dengan pasal 378 dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun atau pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara paling lama  4 tahun. (Sari/Red-06)

 

 

 

 

dengan syarat menyerahkan sejumlah uang yang diminta dua tersangka. Untuk menjadi polisi, tersangka mematok Rp 250 juta hingga Rp 300 juta.

peristiwa bermula saat tersangka menawarkan kepada korban supaya anak kandungnya yang mendaftarkan diri dalam seleksi penerimaan anggota Polri bisa lolos.

 

Setelah itu, pelaku atas nama Iwan mengaku memiliki teman berpangkat Kombes yang dapat meloloskan anak kandung korban, dengan syarat harus menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta.

 

Korban tertarik dan menyerahkan uang sesuai permintaan tersangka secara bertahap, di awal total nilai Rp 150 juta.

 

Sisanya rencananya diserahkan pada saat mengikuti tes akhir.

 

Akan tetapi, korban mulai curiga ketika anak mereka yang memiliki tinggi badan kurang dari persyaratan saat akan mendaftar ke Polres Tegal, malah disarankan tersangka untuk untuk mendaftar secara online.

 

 

“Saat itu, korban ditawari oleh para pelaku, bahwa para pelaku bisa memasukan menjadi anggota Polri karena mempunyai saudara yang berpangkat Pamen di Kepolisian Republik Indonesia namun harus menyerahkan sejumlah uang,”terang Iqbal.

 

. Dengan iming – iming tersebut, korban tergiur dengan niat yang akan diberikan para pelaku, selanjutnya para pelaku meminta sejumlah uang kepada korban. Dari temuan Polisi, tersangka sudah mengantongi uang sejumlah Rp. 150.000.000.

 

Pada mulanya korban tidak merasa curiga karna para pelaku meminta uangsecara bertahap. Korban mulai curiga ketika setelah menyerahkan uang,  anak korban mendaftarkan diri dalam seleksi penerimaan Polri di Polres Tegal. Namun anak korban dinyatakan tidak lolos karena tinggi badan tidak memenuhi syarat yang ditentukan. Selanjutnya korban mengkonfirmasi kepada pelaku yang meminta kepada korban untuk menyediakan uang lagi sekitar Rp. 50.000.000.,- dengan dalih supaya bisa mendapatkan no Tes. Atas dasar kecurigaan tersebut korban melaporkannya ke Satreskrim Polres Tegal.

 

Dari tangan tersangka Satreskrim Polres Tegal berhasil mengamankan barang bukti berupa Kwitansi tanda peneriman uang dari korban ke  tersangka senilai Rp. 150.000.000.- (seratus lima puluh juta rupiah), 1 (satu) buah hendpone  Samsung galaxy A8+ serta 1 (satu) buah hendpone Samsung A6. Selanjutnya para tersangka beserta barang bukti diamankan di Polres Tegal guna penyelidikan lebih lanjut.

 

Akibat perbuatannya, tersangka akan dikenakan dengan pasak 378 KUHP atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dan/atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara empat tahun penjara.

 

  1. PERKARA

 

Ungkap kasus tindak pidana Penipuan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau 372 KUHP dengan pelaku Sdr.MOH. MAHYUDIN, SE Bin MAKMUROZI ( T1 ) dan Sdr. MOHAMAD IWAN Bin HASANUDDIN ACHMAD ( T2 ).

 

  1. WAKTU DAN TKP

 

Pada hari Senin tanggal 09 September 2019 sekira pukul 21.00 wib di Jl. Musi Kel. Slawi wetan, Rt.11 Rw.04 Kec. Slawi Kab. Tegal

 

III.           KRONOLOGI KEJADIAN

 

Peristiwa bermula pada saat tersangka Sdr. M. MAHYUDIN, SE dengan dalih dapat membantu dalam proses rekruitmen anggota Polri menawarkan kepada pelapor Sdr. ACHMAD BAIDOWI ( P ) agar anak kandungnya yang bernama Sdr. SYARIFUDIN AMIN ( S ) mendaftarkan diri dalam seleksi penerimaan anggota Polri dan saat itu ( T1 ) mengatakan dan menjanjikan bahwa ia memiliki teman berpangkat Kombes yang dapat meloloskan anak kandung ( P ) dengan syarat harus menyerahkan uang sebesar Rp.250.000.000,- ( dua ratus lima puluh juta rupiah ). Atas penawaran tersebut ( P ) tertarik dan tergerak untuk menyerahkan uang sebagaimana permintaan ( T ) secara bertahap dengan total nilai Rp.150.000.000,- ( seratus lima puluh juta rupiah ) dan sisanya akan diserahkan pada saat mengikuti  tes akhir ( pantokhir ). Adapun rincian penyerahan uang adalah sebagai berikut :

  1. Penyerahan uang sejumlah Rp.80.000.000,- ( delapan puluh juta rupiah ) pada tanggal 09 September 2019 sekira pukul 21.00 wib di rumah pelapor alamat Jl. Musi Kel. Slawi Wetan Rt.011/004, Kec. Slawi, Kab. Tegal ( dibuktikan dengan kwitansi penyerahan uang ).
  2. Penyerahan uang sejumlah Rp. 20.000.000,- ( dua puluh juta rupiah ) pada tanggal 11 September 2019 sekira pukul 10.00 wib di sebuah kafe di lingkungan Apartemen Signature Tebet Jakarta Selatan ( dibuktikan dengan kwitansi penyerahan uang )
  3. Penyerahan uang sejumlah Rp.30.000.000,- ( tiga puluh juta rupiah ) -pada hari tanggal lupa bulan Oktober 2019 di rumah pelapor Jl. Musi Kel. Slawi Wetan Rt.011/004, Kec. Slawi, Kab. Tegal ( tidak dibuatkan tanda bukti penyerahan     uang ).
  4. Penyerahan uang sejumlah Rp.20.000.000,- ( dua puluh juta rupiah ) pada hari tanggal lupa bulan Nopember 2019 dirumah tersangka M. MAHYUDIN, SE alamat Jl. Kapten Sudibyo No.84, Kel. Pekauman, Kec. Tegal Barat, Kota Tegal ( tidak dibuatkan tanda bukti penyerahan uang )

 

Bahwa untuk memuluskan niatnya ( T1 ) berupaya meyakinkan ( P ) dengan cara mempertemukan keluarga ( P ) dengan ( T2 ) dimana ( T2 ) juga berperan aktif dengan berupaya meyakinkan keluarg ( P ) dengan mengaku bahwa  dirinya dekat dengan pihak Istana Kepresidenan dan  merupakan  ajudan dari seorang pejabat Polri berpangkat Pamen hingga kemudian dilakukan  penyerahan uang sebesar Rp.20.000.000,- ( dua puluh juta rupiah ) pada tanggal 11 September 2019. Dimana selang  satu minggu kemudian keluarga ( P ) kembali menemui ( T2 ) dan dipertemukan dengan seseorang yag diakui sebagai pejabat Polri berpangkat Pamen di komplek ruko masuk Jl Saharjo Tebet Jakarta Selatan dengan meminta untuk memberikan penjelasan perihal kesiapan yang harus dilakukan untuk mengikuti seleksi. Sehingga menjadikan keluarga ( P ) bertambah keyakinannya untuk meminta bantuan kepada ( T2 ).

 

Setelah ( P ) menyerahkan uang tersebut, kemudian ( S ) mendaftarkan diri dalam seleksi penerimaan Polri di Polres Tegal, namun demikian ( S ) dinyatakan tidak lolos karena tinggi badan tidak memenuhi syarat yang ditentukan. Namun demikian ketika dilakukan konfirmasi kepada ( T1 ) diminta kembali untuk menyediakan uang sejumlah Rp.50.000.000,- ( lima puluh juta rupiah ) dengan dalih supaya bisa mendapat nomor test. Hal tersebut memunculkan kecurigaan keluarga ( P ) untuk kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tegal.

 

Atas kejadian tersebut ( P ) mengalami kerugian Rp.150.000.000,- ( seratus lima puluh juta rupiah ) untuk kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tegal guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

 

  1. TERSANGKA

 

  1. Nama : MOH. MAHYUDIN, SE Bin MAKMUROZI

Ttl           :               Tegal, 24 September 1977

JenisKelamin      :               Laki-Laki.

Agama  :               Islam.

Pekerjaan           :               Wiraswasta.

Alamat  :               Jl. Kapten Sudibyo No.84 Rt.009 Rw.006 Kel. Pekauman Kec. Tegal Barat Kota Tegal.

 

  1. Nama : MOHAMAD IWAN Bin HASANUDDIN ACHMAD

Ttl           :               Palu, 01 Januari 1980

JenisKelamin      :               Laki-Laki.

Agama  :               Islam.

Pekerjaan           :               Wiraswasta.

Alamat  :               Jl. Sejati Komp Ex. Kowilhan Blok K No34 Rt.000/000 Kel. Sidorame Barat I Kec. Medan Perjuangan Kota Medan Prov. Sumatera Utara

 

 

  1. MODUS OPERANDI (MO)

 

Tersangka menjanjikan kepada korban dapat membantu meloloskan anaknya dalam seleksi penerimaan Polri

 

  1. BARANG BUKTI

 

  1. 1 ( satu ) lembar kwitansi tanda bukti penerimaan uang dari IBU NINGSIH sejumlah Rp.80.000.000,- ( delapan puluh juta rupiah ), keterangan untuk pembayaran pinjaman di buat di Slawi tanggal 09 September 2019 ditandatangani oleh M. MAHYUDIN, SE bermaterai Rp.6.000,-
  2. 1 ( satu ) lembar kwitansi tanda bukti penerimaan uang dari BP BAEDOWI sejumlah Rp.20.000.000,- ( dua puluh juta rupiah ) keteangan untuk pembayaran titipan, dibuat di Jakarta tanggal 11 September 2019 ditandatangani oleh Sdr. IWAN bermaterai Rp.6.000,-
  3. 1 ( satu ) lembar kwitansi tanda bukti penerimaan uang senilai Rp.150.000.000,- ( seratus lima puluh juta rupiah ) dari IBU NINGSIH, untuk pembayaran pinjaman, tanggal kosong, ditandatangani oleh Sdr. M. MAHYUDIN, SE bermaterai Rp.6.000,-
  4. 1 ( satu ) buah Handphone merk Samsung Type Galaxy A8+, warna hitam, nomor Imei : 355123090211427 dan nomor : 355124090211425 dengan sim card nomor : 08195011818

 

VII.         PASAL YANG DISANGKAKAN

 

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP :

 

Pasal 378 KUHP

 

Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya member hutang ataupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

 

Pasal 372 KUHP

 

Barangsiapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp.900,-

BERITA LAINNYA