Take a fresh look at your lifestyle.

Jangan Kendor, Tetap Jaga Protokol Kesehatan

47

SLAWI,smpantura.com – DPRD Kabupaten Tegal meminta kepada masyarakat untuk tidak bosan-bosannya menyosialisasikan pencegahan penyebaran Virus Corona. Kendati banyak masyarakat yang telah divaksin dan kasus Covid-19 menurun, namun wabah ini belum berakhir.

“Jangan menganggap bahwa Covid-19 sudah selesai. Perjuangan masih panjang dan semangat jangan kendor,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan, Memet Said, Rabu (31/3).

Dikatakan, disiplin menjaga protokol kesehatan, yakni 5 M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, harus tetap ditaati. Pasalnya, warga yang telah divaksin masih berpotensi terpapar dan menularkan ke orang lain. Oleh karena itu, kunci utama pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Yang sudah divaksin jangan hanya berpikir untuk diri sendiri, tapi juga berpikir untuk menjaga orang lain,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal itu.

Untuk menjaga protokol Kesehatan, kata dia, kuncinya terletak kepada kesadaran masyarakat. Walaupun pemerintah getol melakukan sosialisasi dan operasi, namun jika masyarakat tidak sadar akan pentingnya menjaga protokol kesehatan, maka kasus Covid-19 akan sulit dihentikan. Tapi, pihaknya optimis bahwa Covid-19 akan segera berakhir.

“Semua harus optmis dan tetap jaga protokol kesehatan,” himbau Memet.

Ditambahkan, Satgas Covid-19 dari mulai tingkat desa hingga Kabupaten Tegal, diminta untuk tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Kendati kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal mengalami penurunan, namun berpotensi mengalami lonjakan. Hal itu yang terjadi di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah yang tidak mematuhi anjuran pemerintah.

“Semoga tidak terulang di wilayah lainnya. Mari menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas dengan kerumunan massa,” seru Memet.

Diberitakan, 46 warga Penusupan terkonfirmasi positif Covid-19 pasca piknik ke Kabupaten Perbalingga, beberapa waktu lalu. Mereka adalah kelompok senam yang berjumlah 50 orang beserta sopir dan keneknya dengan menggunakan bus dan kendaraan pribadi. Satu diantaranya meninggal dunia karena positif Corona.

(T05-Red)

BERITA LAINNYA