Take a fresh look at your lifestyle.

Jamaludin Al Katiri Ajak Pelaku Industri Tekstil Manfaatkan Marketplace Digital

107

TEGAL, smpantura.com – Pemilik PT Asaputex Jaya, yang juga salah satu produsen sarung ATBM di Kota Tegal, Jamaludin Al Katiri mengajak para pelaku industri tekstil agar memanfaatkan platform marketplace digital untuk meningkatkan pendapatan.

Hal tersebut disampaikan Jamal sesaat setelah memantau pabrik sarung goyor khas Tegal yang dikerjakan dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/4) siang.

Menurut Jamal, selama hampir satu tahun lebih terdampak pandemi, pihaknya justru mengalami peningkatan pendapatan. Meski dari total pesanan, dirinya baru bisa memenuhi sekitar 30-40 persen.

“Hampir 90 persen pangsa pasar kita ekspor ke Benua Afrika maupun Timur Tengah. Sejak satu tahun kemarin kita coba menjajaki marketplace digital dan hasilnya sangat luar biasa,” bebernya.

Dari penjualan produk ke beberapa marketplace di dalam maupun luar negeri, Jamal mengaku mampu meraup keuntungan lebih besar. Mengingat selama pandemi, jarang sekali ada pembeli yang datang langsung untuk membeli.

“Kita bentuk divisi marketplace. Alhamdulillah ada peningkatan dari lima persen menjadi 60 persen. Ini akan kita pertahankan, karena dengan online bisa bertahan,” katanya.

Kondisi tersebut juga didukung dengan kembalinya para perajin tenun dari beberapa kota besar akibat imbas PHK. Para perajin tersebut dapat direkrut guna menambah tenaga agar bisa memenuhi pesanan.

Bahkan, diakui Jamal, sejak satu tahun lalu sudah diberlakukan dua shif kerja di pabriknya. Saat ini dia mampu memperkajakan pekerja lama, pekerja yang belajar dan pekerja penenun yang urban dan satu tahun kembali ke kampung.

“Sekarang saya sudah membuka delapan cabang di setiap perumahan warga dengan 50-80 pekerja. Karena ada bagian dari proses pembuatan sarung goyor yang memanfaatkan ibu-ibu rumah tangga atau home industri,” tukasnya.

Dengan bertambahnya tenaga, setidaknya dalam satu hari sentra ATBM milik Jamal mampu memproduksi 800-1.000 potong sarung. Jumlah itu meningkat tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA