Take a fresh look at your lifestyle.

Jalani Tes Usap Usai Gelar Dangdutan, Wasmad  Minta Maaf

214

TEGAL – Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo memberikan klarifikasi dan permohoan maaf kepada masyarakat, menyusul viralnya hiburan musik dangdut yang diselenggarakan dalam resepsi pernikahan putranya, Rabu (25/9) kemarin.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Wes, sapaan akrab Wasmad, usai menjalani pemeriksaan tes usap yang dilakukan Dinas Kesehatan di kediamannya, Jumat (25/9) siang. Politisi partai berlambang beringin itu mengaku telah mengantongi izin untuk menyelenggarakan pesta hajatan.

Proses perizinan dari RT/ RW, Kelurahan, Kecamatan, hingga Polsek dan Koramil telah ditempuh sejak awal September 2020. Hingga pada akhirnya, Wes dapat mengantongi izin resmi untuk melangsungkan serangkian hajatan pernikahan dan khitanan putranya sejak Rabu (23/9) hingga Kamis (24/9).

Sayangnya, hajatan yang digelar di Lapangan Tegal Selatan itu dihentikan paksa dan dicabut izinnya, lantaran mengundang kerumunan penonton dalam pertunjukan musik dangdut pada Rabu malam. Namun, Wes mengaku tak bisa menghentikan kegiatan lantaran sudah terlanjur berjalan.

“Izin saya sudah ada, tetapi di tengah-tengah acara dicabut. Karena tamu undangan sudah banyak yang datang, hiburan tidak bisa dihentikan. Khawatirnya menimbulkan pertanyaan, sehingga dilanjut selama beberapa jam,” katanya.

Lantaran viral dan menjadi sorotan, Ketua DPP Partai Golkar Kota Tegal itu menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Bahari. Termasuk diantaranya jajaran pemerintahan serta aparat penagak hukum.

Kepada sejumlah wartawan, Wes mengaku sempat diperiksa dan dicecar sejumah pertanyaan oleh tim dari Polda Jateng. Dia mengemukakan, diperiksa bersama sejumlah penyelenggara ihwal kronologi kejadian, perizinan dan pemanfaatan izin.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Kesehatan setempat melakukan screening kepada seluruh anggota keluarga Wes. Mereka menjalani pemeriksaan tes usap dan rapid tes pcr, usai menggelar hajatan yang menibulkan kerumunan dan berpotensi menjadi kluster baru.

“Kemarin kan habis hajatan, jadi kita lakukan deteksi apakah ada yang positif atau tidak, dimulai dari keluarga yang mempunyai hajat. Ada enam orang, tetapi bisa saja berkembang, nanti kalau ada yang postif kita lakukan tracing,” ungkap Kepala Dinkes Kota Tegal, dr Sri Primawati. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA