Take a fresh look at your lifestyle.

Jajaran BAU PHB Tegal Dituntut Sigap Bencana

149

* Jadi Terdepan Atasi Situasi Genting

TEGAL – Jajaran Bagian Administrasi Umum (BAU) Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal dituntut lebih sigap, tanggap dan cepat bila mengadapi situasi bencana apa pun yang terjadi di lingkungan kerjanya.
Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama (YPHB) Khafdilan MS SKom SH MH, ketiga hal tersebut layak dikedepankan dalam rangka aktualisasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjadi perhatian penting di kampus yang dikelolanya.
”Jadi bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti bencana gempa tektonik, maupun kebakaran, selurut jajaran BAU sudah tahu cara mengatasinya,” terang dia saat memberikan pengarahan dalam rangka Pelatihan Manajemen Penanggulangan Bencana, kemarin.
Menurut dia, bagian tersebut membawahi sejumlah staf dan karyawan yang bekerja di tempat yang beragam, sesuai tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi). Antara lain, bagian keamanan kampus (Satpam), juru parkir, tenaga teknis dan tenaga kebersihan.
Cepat Tepat
Dalam mengatasi situasi yang tidak diinginkan, kata dia, diperlukan kekompakan dan langkah yang cepat dan tepat. Karena itulah jajaran BAU dapat menjadi garda terdepan dalam mengatasi situasi genting bencana yang dapat terjadi setiap saat.
”Lebih penting lagi, bagaimana mencegah agar bencana yang semua kecil tak meluas atau membesar. Seperti peristiwa kebakaran,” ucap Khafdilah MS yang merespon positif digelarnya kegiatan tersebut.
Karena itulah, untuk menindaklanjuti kesiapannya, diperlukan latihan dan praktik penangannya, dengan bimbingan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Unit Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Tegal
Salah seorang instruktur pelatihan itu, Taridi mengatakan, setelah satu persatu staf dan karyawan bagian tersebut mempraktikkan langsung cara-cara penanggulangan kebakaran dan upaya penyelamatannya, mereka menjadi kian percaya diri dan siap dalam mengadapi kejadian seperti itu. ”Karena sudah tahu teori dan praktiknya, maka tak perlu panik bila menjumpai kejadian kebakaran. Tapi cepat dan tanggap untuk mencegah kebakaran yang terjadi tidak meluas atau membesar,” tandas Taridi.
Hal-hal lain yang disajikan dalam pelatihan tersebut, juga berkait dengan pengetahuan penanggulangan bencana gempa dan banjir. Dia berharap pelatihan itu dapat memberi manfaat kepada seluruh staf BAU dalam menangani segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi setiap saat.(Riyono Toepra/Red07)

BERITA LAINNYA