Take a fresh look at your lifestyle.

Jadi Tempat Budidaya Ikan Nila, Kini Saluran Sekunder Kaligayam Menjadi Wisata Edukasi Anak

58

TALANG,smpantura.com – Sejak dimanfaatkan menjadi tempat budidaya ikan nila merah oleh pemuda Karang Taruna Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, saluran air sekunder Kaligayam kini menjadi daya tarik sendiri bagi warga.

Keberadaan ribuan ikan nila yang berenang di saluran sungai tersebut menjadi hiburan bagi warga setempat terutama anak-anak.

Selain bisa swafoto, di tempat itu, warga juga diijinkan ikut memberi makan ikan nila. Pakan ikan telah disediakan oleh Karang Taruna.

Hanya dengan membayar Rp 2.000, warga sudah mendapat satu cup pelet pakan ikan. Tak heran, bila setiap hari Minggu, sedikitnya 150 cup pelet bisa laku terjual.

Sebelum dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan nila, saluran air sekunder yang melintas di komplek Perumahan Griya Family, Jalan Projosumarto I, Desa Kaligayam ini kondisinya sangat memprihatinkan. Selain airnya kotor, saluran air sekunder juga mengalami pendangkalan karena banyak sampah dan lumpur.

Sejak November 2020 hingga Maret 2021, saluran air itu mulai dibersihkan oleh pemuda Karang Taruna Bangkit Jaya Desa Kaligayam untuk dijadikan tempat budidaya ikan nila.

Setiap minggu sekali, para pemuda bergotong royong membersihkan sampah dan mengeruk lumpur yang banyak ditemui di saluran air limpasan Sungai Gung itu.

Ketua Karang Taruna Bangkit Jaya Desa Kaligayam Irfan Winanda (32) mengatakan, pembuatan saluran sungai menjadi tempat budidaya ikan nila terinspirasi dari hasil studi banding ke Ponggok Klaten dan Kampung Mrican Umbulharjo, Yogyakarta yang diikutinya pada tahun 2020.

“Disana ada seperti ini, sama-sama di sungai. Kami manfaatkan saluran sungai yang kotor, lalu kami bersihkan untuk budidaya ikan nila,”terang Irfan saat ditemui, Selasa (3/8).

Dampak dari kerja keras pemuda Karang Taruna, sehari-hari terutama Sabtu dan Minggu, banyak anak-anak yang main ke sungai tersebut hanya untuk melihat ikan nila merah.

Irfan mengungkapkan, ikan nila yang ditebar di saluran sungai tersebut berasal dari sumbangan seorang pengusaha dan Dinas Kelautan , Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Tegal. Sementara untuk pembangunan tempat budidaya mendapat bantuan dari salah satu anggota DPR RI.

Menurut Irfan,bantuan benih ikan yang diterima sebanyak 25.000 ekor. Namun, dalam budidaya ikan nila tersebut, tak lepas dari gangguan predator seperti ular sawah, ikan kutuk dan ikan lele, yang mengakibatkan ribuan ikan nila mati.

Sejak dilakukan tebar benih pertama kali pada akhi Maret 2021, pada 31 Agustus mendatang akan dilakukan panen perdana.

“Sudah ada yang bersedia membeli, Bapak Narto dari Desa Setu. Rencananya untuk mengisi kolam pancingnya,”terang Irfan.

Hasil penjualan ikan dan pelet, kata Irfan, untuk membiayai operasional dari budidaya ikan nila tersebut

Irfan menyebutkan, saluran air yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan sepanjang 75 meter dengan lebar 4,5 meter, dapat digunakan untuk memelihara ikan hingga 50.000 ekor ikan. Untuk menambah ikan , pemuda Karang Taruna ini berniat belajar memijahkan ikan dengan petugas DKPP.

Irfan menambahkan, saat ini ada 15 anggota Karang Taruna Desa Kaligayang yang aktif mengelola tempat budidaya ikan ini. Mereka berbagi tugas, mulai membersihkan sampah, menjual pelet dan mengawasi warga yang datang ke tempat itu.

Untuk menambah daya tarik bagi warga, ke depan tempat tersebut akan dilengkapi dengan wahana swafoto.

Irfan berharap, tempat tersebut bisa memberikan edukasi pada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu dapat mengungkit kesejahteraan warga sekitar.

Kiprah dari pemuda Karang Taruna Desa Kaligayam yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran dan material itu mendapat apresiasi dari Ketua Karang Taruna Kabupaten Tegal Edi Sulistiyanto.

“Awalnya dari studi banding ke Ponggok Klaten dan Kampung Mrican Umbulharjo Yogyakarta. Disana warga mengubah sungai kumuh menjadi bersih.Diharapkan lingkungan menjadi terawat dan imbasnya akan mengangkat ekonomi warga sekitar,”terang Edi.

Menurut Edi, apa yang dikerjakan Karang Taruna Desa Kaligayam, menginspirasi Karang Taruna desa lainnya.

“Yang terdekat Desa Gumala. Masih memanfaatkan sungai tapi konsep beda.Lebih ke pengembangan sungai dengan kafe atau restoran di atas sungai,”ujarnya.

Selain itu, Desa Purbasana, akan memanfaatkan embung yang sudah lama tak terpakai dan tak terawat menjadi kolam pancingan dan spot swafoto. (T04-Red)

BERITA LAINNYA