Take a fresh look at your lifestyle.

Jadi Kurir Sabu untuk Obati Ketagihan

147

* Juga Tergiur Upah Besar

TEGAL – Tiga orang pria yang menjadi kurir sabu, dan disergap Satres Narkoba Polres Tegal Kota, dalam Operasi Antik Candi 2019, awalnya tak mengenal sedikit pun dunia obat-obatan terlarang.
Mereka awalnya hanya disuruh mencicipi barang terlarang itu, dan gratis. Karena merupakan pemberian dari teman bermain mereka di dunia hiburan malam. ”Awalnya memang sabu atau inex diberi gratis oleh temannya. Tapi setelah keseringan mengonsumsi, akhirnya menjadi ketagihan,” terang Kasatres Narkoba Polres Tegal Kota AKP Bambang Margono, usai memintai keterangan ketiga kurir sabu dan inex yang ditangkapnya.
Keterangan itu, juga diperkuat pengakuan tiga tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap. Mereka adalah Indra Kasih alias Pendek (29). Warga Jl Jongor RT 9 RW 2, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.
Kemudian Joko Sukmono alias Pak Bagas (48), warga Jl Mendut Utara VIII No 40, RT 1 RW 5, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Selanjutnya, Arip Widodo (29) alias Mbong. Residivis kasus narkoba, warga Dukuh Jampirejo Tengah RT 7 RW 2 Desa Jampirejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung.
”Saya sebenarnya hanya mencoba sedikit. Kemudian sering diberi gratis oleh teman, dan akhirnya ingin terus mengonsumsi sabu. Kalau nda ada ya pakai inex yang lebih murah,” ucap Pendek, menuturkan awal kisahnya terjerumus dalam obat-obatan terlarang itu.
Ikhwal dia akhirnya mau menjadi kurir, sekaligus dapat mengonsumsi sabu, karena sudah tak memiliki uang lagi untuk membelinya. Apalagi membeli ”barang itu” cukup sulit. Sebab rantai pembeliannya cukup rumit dan panjang.
Iming-Iming
Desakan kebutuhan, dan ada iming-iming mendapatkan uang hasil penjualan atau mengantar sabu, juga rasa ketagihannya akan terobati, menjadi pilihan yang tak mudah ditolak untuk menjadi kurir.
Apalagi pekerjaan itu, awalnya boleh dibilang lancar-lancar saja. Jadilah pilihan yang menurut dia, menjadi jalan yang harus dilalui. Pendek pun langsung tergiur upah besar yang selama ini tak terbayangkan. Tapi jalan hidupnya tak berlangsung lama.
Saat ada order sabu untuk seorang temannya, dia memesan tiga paket sabu dari seseorang bernama Bujang di Cirebon, Jabar, seberat 2,37 Gram seharga Rp 5 juta.
Pelaku akan menjualnya ke seseorang dan mendapatkan keuntungan Rp 1.750.000. Tapi saat sabu diantar ke seseorang, di Jl Srigunting, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, kurir itu langsung disergap, sekitar pukul 15.45, Minggu (4/8). Bujang pun yang awalnya mudah dihubungi, kini sulit diketahui keberadaannya.
Kisah kedua, alur ceritanya tak beda jauh dari apa yang dialami Pendek. Adalah Joko Sukmono alias Pak Bagas (48), warga Jl Mendut Utara VIII No 40, RT 1 RW 5, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Dia yang sebelumnya bekerja cukup enjoy sebagai sopir Go Car, karena ingin mengobati ketagihannya, kemudian menjadi kurir sabu. Akhir perjalanan di perdagangan narkoba, berawal ketika memesan dua paket sabu seberat 1,98 Gram seharga Rp 6 juta ke seseorang bernama Puji di Kota Semarang.
Rencananya barang itu akan diserahkan ke pemesannya bernama Emil di Kota Tegal. Transaksi sabu itu dilakukan di tempat karaoke ”Paradiso”. Dia mau nyambi sebagai kurir tersebut, karena tergiur keuntungan sebesar Rp 600.000. Tapi nahas. Saat akan bertemu Emil, dia justru terciduk razia yang digelar Satres Narkoba Polres Tegal Kota. Sosok Emil sebagai pemesan yang ditunggu-tunggu, tak kelihatan batang hidungnya hingga kini.
Paling Nekat
Aksi kurir sabu yang dinilai paling nekat, dilakukan Arip Widodo (29) alias Mbong. Dia yang pernah kena hukuman penjara karena kasus peredaran dan mengonsumsi sabu, bertindak seperti tak memperhitungkan risiko yang bakal dialaminya. Itu terjadi usai peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu 17/8).
Usai upacara pemberian remisi terhadap narapidana di Lapas Tegal, warga Dukuh Jampirejo Tengah RT 7 RW 2 Desa Jampirejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung nekat melempar dua paket sabu seberat 2,30 Gram dan tiga butir ekstasi hijau ke dalam Lapas Tegal, sekitar pukul 13.30.
Tapi aksi nekatnya itu tercium personel reserse kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (SKP), yang sebelumnya sudah menerima informasi, akan ada transaksi sabu di dekat Lapas Tegal. Kepada penyidik tersangka mengaku diminta seseorang bernama Arif alias Sitip (DPO) mengambil sabu di Pekalongan. Kemudian dikirim ke Lapas Tegal.
Saat dimintai keterangan penyidik, mengapa tidak kapok menjadi kurir sabu dan masih mengonsumsinya, jawabannya karena terpaksa. Dirinya masih sulit melepaskan ketergantungan dari mengonsumsi obat-obatan terlarang itu. ”Ya sambil cari untung, dan bisa untuk mengobati ketergantungan. Habis tidak ada cara lain lagi sih. Jadi ya harus begini,” ucap Mbong, seperti tanpa menunjukkan rasa penyesalannya.
Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes mengatakan, peredaran narkoba baik ganja, sabu maupun pil inex, sangat merusak kehidupan generasi muda. Pihaknya akan terus menindak tegas pelaku pengedar berbagai jenis narkoba.(Riyono Toepra/red07)

BERITA LAINNYA