Take a fresh look at your lifestyle.

Istri Korban Tuntut ‘Pati Dibayar Pati’

- Kasus Penganiayaan Hingga Tewas Direkonstruksi

377

BREBES – Siti Rohaeni, istri korban kasus penganiayaan hingga menyebabkan suaminya Arista Irvan Wijaya tewas, menuntut dua tersangka yang ditangkap polisi dihukum mati. Tuntutan itu disampaikan Siti Rohaeni, saat mengikuti rekonstruksi kasus penganiayaan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia tersebut, di kompleks Asrama Polisis Saditan Kotan Brebes, Jumat (3/4).

TONTON VIDEO REKONSTRUKSI Klik DI SINI :

Dalam rekonstruksi yang digelar jajaran Polres Brebes ini, istri korban menjadi salah satu saksi. Diketahui ada 13 agedan yang direka ulang dalam giat tersebut. Rekonstruksi juga dihadiri pihak Kejaksaan Negeri Brebes seJajaranlaku Jaksa Penutut Umum (JPU) dan pengacara tersangka.

Kasus penganiayaan itu terjadi pada 14 Februari lalu. Korban adalah Arista Irvan Wijaya, wwrga Desa Kemurang Wetan Kecamatan Tanjung, Brebes. Sedangkan tersangka yang berhasil diringkus polisi yakni, Taufik Nur Hidayat dan Rizky Maulana, keduanya juga warga Desa Kemurang Wetan.

“Yang jelas, pati ya harus dibayar pati. Saya minta para tersangka ini dihukum mati,” tandas Siti Rohaeni, istri korban.

Menurut dia, hukuman mati bagi tersangka ini sebanding dengan perbuatannya, yang telah menyebabkan suaminya meninggal dunia. “Saya tidak terima, suami saya dibunuh,” ucapnya.
Sementara Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Agung Suryomicho menjelaskan, rekontruksi dilaksanakan untuk melengkapi berkas penyidikan. Selain itu, untuk memberikan gambaran secara jelas peran masing-masing orang yang terlibat dalam kejadian tersebut, mulai dari tersangka hingga saksi-saksi. “Tadi rekonstruksi digelar dengan melakukan 13 adegan,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, lokasi rekonstruksi dipindah ke Kompleks Asrama Polisi dengan pertimbangan karena tidak memungkinkan dilaksanakan di lokasi kejadian. “Dalam kasus ini, ada 4 tersangka dan 2 tersangka sudah kami tangkap. Sedangkan 2 lainnya masih kami kejar dan masuk DPO. Setelah ini, berkas akan kami limpahkan ke Kejaksaan,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA