Take a fresh look at your lifestyle.

Istri Korban Penusukan Suami Jalani Operasi Bedah

154

 

PEKALONGAN – Risnah (31), seorang istri yang menjadi korban penusukan oleh suaminya Kuwadi (40) di Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya dirawat di RS HA Djunaid, menjalani operasi bedah, dan dirujuk ke IGD RSUD Kraton, Kamis (6/2) malam. Hal itu dilakukan lantaran kondisi korban sempat memburuk dan mengalami pendarahan. dr Zaki Mubarok, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kraton menyatakan, pada Kamis (6/2) malam pukul 20.00 Wib menerima rujukan dari RS HA Djunaid Buaran atas nama pasien Risnah (31). Kemudian, dilakukan prosedur pemeriksaan terhadap pasien yang bersangkutan, dan akhirnya diputuskan untuk melakukan tindakan operasi bedah. Dijelaskan, semalam sudah dikakukan tindakan operasi,

“Proses operasi memakan waktu 3,5 jam. Saat ini pasien dirawat di ruang intensif dan masih dalam pengawasan untuk terus dievaluasi kondisinya,” terang dr Zaki kepada para wartawan, Jumat (7/2) pagi. Pihaknya menjelaskan, pasien menjalani operasi setidaknya di beberapa titik oleh tim dokter. “Operasi besar. Sekitar 11 titik. Yang cukup fatal di area saluran dada. Dia kehilangan cukup banyak darah, tapi alhamdulillah saat ini kondisi pasien sudah membaik. Kondisinya sadar penuh,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kuwadi (40) warga Desa Sidorejo RT 01 RW 01 Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, nekad membabi buta menusuk istrinya Risnah (30) dengan menggunakan gunting, Kamis (6/2) siang. Perbuatan itu dilakukan diduga sang suami ditolak rujuk oleh istrinya setelah dua bulan terakhir keduanya telah pisah ranjang. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka disekujur tubuhnya hingga bersimbah darah. Korban terpaksa dilarikan ke IDG RS Djunaid Buaran Pekalongan, guna mendapatkan perawatan. Korban sendiri dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan gunting potong kain, hingga korban mengalami delapan luka tusukan dibagian leher, dagu, punggung dan perut.

Saat kejadian, pelaku diduga dalam kondisi mabuk akibat terpengaruh minuman beralkohol. Korban sendiri kesehariannya berprofesi sebagai petani. Keterangan yang dihimpun, peristiwa keji tersebut terjadi bermula ketika pelaku mendatangi korban di rumah orang tua korban (mertua pelaku-red) di Desa Pandanarum RT 08 RW 02 Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Kamis (6/2) pukul 13.00 Wib. Kedatangan pelaku dengan kondisi mabuk itu, berniat meminta korban untuk rujuk, karena sudah dua bulan terakhir keduanya telah pisah ranjang.

Akibat ditolak korban, pelaku gelap mata dan langsung menyeret korban yang sedang menjahit baju tersebut menuju keluar rumah. Kemudian pelaku langsung menusuk korban dengan gunting kain yang digunakan korban untuk menjahit kain itu. Aksi pelaku sempat dicegah oleh anaknya, tetapi pelaku justru membabi buta terus menganiaya korban. Melihat kejadian tersebut, anak korban langsung berteriak minta pertolongan, hingga warga sekitar yang mendengar langsung mendekat ke tempat kejadian perkara (TKP), dan menyelamatkan korban sekaligus mengamankan pelaku.

Beruntung, polisi berhasil menyelamatkan pelaku dari amukan massa dan langsung digelandang ke Mapolres Pekalongan Kota. “Saya datang untuk minta rujuk, setelah dua bulan pisang ranjang. Tetapi istri saya (korban-red) justru menolak. Spontan saya ambil gunting, dan menusukan ke arah tubuh korban,” tutur Kuwadi, ditemui di Mapolres Pekalongan Kota. Dirinya mengaku, sebelum mendatangi korban di rumah mertuanya, sempat menenggak dua botol minuman keras (miras). (Kuswandi/Red9)

BERITA LAINNYA