Take a fresh look at your lifestyle.

Istri Jadi TKI, Pria Ini Malah Perkosa Anak Kandung

93

BREBES, smpantura.com – Pria asal Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, ini harus meringkuk di ruang tahanan Mapolres Brebes. Ini lantaran perbuatan bejatnya yang tega memperkosa anak kandung sendiri, di saat ditinggal istrinya pekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Tersangka adalah M Haris Mukmin. Bahkan, secara berulangkali tersangka menggauli anak kandungnya yang masih duduk di bangku SMK.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Agus Supriadi Siwanto melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes Iptu Puji Heriati mengatakan, kejadian tersebut dilakukan pelaku ke korban berulang kali mulai dari korban duduk di bangku SMP hingga masuk ke SMK. Kali pertama, pelaku melakukan tindakan tersebut pada 2017 lalu, dan terakhir November 2020 lalu.

“Kasus ini terbongkarnya berawal pada Desember tahun lalu. Saat itu korban datang ke rumah kerabatnya dengan sambil menangis. Kemudian, kerapatnya ini menanyakan kekorban kenapa menangis, dan korban menjawab sambil menangis tersedu-sedu sambil berucap ‘Aku wes ora duwe masa depan maning’ (Saya sudah tidak memiliki masa depan lagi-red),” ungkapnya, kemarin.

Lantaran bingung, lanjut dia, kerabat korban mengajak ke rumah neneknya yang dari ibu kandungnya. Di depan neneknya itu, korban menceritakan kalau dirinya telah disetubuhi oleh bapak kandungnya.

“Kasus ini kemudian dilaporkan ke kami, dan dari hasil pemeriksaan Tim Dokter Kllinik Pratama Polres Brebes, mengarah ke tindak asusila tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, modus pelaku menggunakan bujuk rayu dan tipu muslihat, sehingga korban mau memenuhi nafsu bejat bapak kandungnya. Sementara ibu korban selama ini tengaj bekerja menjadi TKW. Ibunya bekerja diuar negeri sudah enam tahun. “Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku kami tangkap Kamis (28/1), sekitar pukul 17.00. Pelaku kami tangkap di rumahnya, dan kini masih menjalani proses hukum di Mapolres Brebes,” jelasnya.

Akibat perbuatannya ini, sambung dia, pelaku dijerat pasal 81 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku ini kami ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA