Take a fresh look at your lifestyle.

Inovasi Pemkab Tegal Raih Penghargaan Top 99 KIPP

140

SLAWI – Inovasi Pemkab Tegal dalam upayanya menanggulangi kemiskinan meraih penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri PANRB , Syafruddin kepada Bupati Tegal Umi Azizah di acara Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (18/7) malam.

Tampak hadir menyaksikan diatas panggung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dengan didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sebelumnya, terobosan Pemkab Tegal dalam menanggulangi kemiskinan melalui Aksi Bersama Penanggulangan Kemiskinan ini dinilai baik oleh tim panel independen sehingga mampu menyisihkan 3.058 proposal inovasi dari BUMN, kementerian/lembaga dan pemerintah kabupaten/kota.

Umi mengaku senang dan mengapresiasi kerja kolaborasi Bappeda dan Litbang melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Tegal dalam menyinergikan peran para pihak. “Aksi Bersama Penanggulangan Kemiskinan Daerah ini merupakan inovasi untuk menuntaskan persoalan kemanusian, pemenuhan hak dasar melalui pendekatan multidimensi yang terintegrasi, mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan dan sosial,” katanya.

Lebih lanjut Umi mengungkapkan, sinergi aksi penanggulangan kemiskinan ini terbangun intensif sejak 2016, saat dirinya menjabat sebagai Ketua TKPKD Kabupaten Tegal.

“Kami mendorong agar isu kemiskinan ini ditempatkan sebagai urusan bersama. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi, menggalang potensi dan dukungan sumber daya dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk mempercepat penanganannya di lapangan, mulai dari verifikasi dan validasi data penerima manfaat melalui Sistem Informasi Masyarakat Miskin atau SIMAS, hingga pelaksanaan kegiatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal, Suharmanto mengatakan, sinergi yang terbangun tidak hanya mampu menciptakan kolaborasi program seperti Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat Desa Mandiri (PDPM-DM) untuk menuntaskan perilaku buang air besar sembarangan melalui pembangunan jamban keluarga dengan program rehab rumah tidak layak huni dan program penuntasan anak sekolah Yuh Sekolah Maning, tapi juga kesamaan data penerima manfaat dan pendanaan di luar anggaran pemerintah, seperti dari kalangan pelaku usaha, BUMN dan BUMD.

“Aksi bersama ini diyakini turut berkontribusi menekan angka kemiskinan Kabupaten Tegal turun 1,96 poin menjadi 7,94 persen tahun 2018 lalu,” ungkapnya yang hadir mendampingi Bupati Tegal

Menurunnya angka kemiskinan tersebut, imbuh Suharmanto, merupakan yang terendah sepanjang sejarah pemerintahan Kabupaten Tegal, menaikkan peringkat angka kemiskinan Kabupaten Tegal ke jajaran sepuluh besar terendah se-Jawa Tengah.

(Sari/ red38)

BERITA LAINNYA