Take a fresh look at your lifestyle.

Ini Tanggapan UMUS Brebes Soal Vonis Nurul Qomar

125
  • Kasus SKL Palsu 

BREBES – Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes selaku korban dari kasus dugaan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu yang menjerat komedian senior Nurul Qomar ke meja hijau, angkat bicara soal vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa. Pihak UMUS Brebes menyatakan, tidak puas atas putusan majelis hakim yang menjatuhi hukuman 1 tahun 5 bulan penjara, terhadap terdakwa Nurul Qomar tersebut.

“Dengan putusan Majelis Hakim 1 tahun 5 bulan, saya selaku pihak korban ini tidak puas,” tandas Ketua Yayasan UMUS Brebes, Muhadi Setiabudi saat menanggapi putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Nurul Qomar, Senin (11/11).

Dia mengatakan, putusan yang ditetapkan itu jauh dari apa yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 3 tahun penjara. Padahal dalam kasus tersebut, terdakwa telah mencederai dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Brebes. Apalagi, majelis hakim sudah sangat jelas menyatakan terdakwa terbukti bersalah. Mestinya hukuman yang dijatuhkan bisa lebih dari apa yang telah diputuskan tersebut. “Meski saya tidak puas dengan putusan ini, tetapi saya tetap menghormati proses hukum hingga menghasilkan putusan hakim ini,” ungkapnya.

Ketika pihak terdakwa mengajukan banding, menurut Muhadi, itu merupakan hak hukum dari terdakwa. Namun demikian, pihaknya berharap putusan banding jangan sampai lebih rendah dari putusan yang telah ditetapkan Pengadilan Negeri (PN) Brebes. Bahkan, kalau bisa putusan banding itu lebih tinggi. “Kalau mereka (Nurul Qomar-red) mengajukan banding, itu hak mereka. Tapi kalau nanti saat banding diturunkan lagi, saya tidak puas. Putusan saat ini saja ringan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan adanya putusan Majelis Hakim di PN Brebes tersebut, sudah jelas siapa yang melanggar atas persoalan tersebut. “Ya sekarang masyarakat tahu, atas kasus ini,” pungkasnya.

(setiawa_red2)

BERITA LAINNYA