Take a fresh look at your lifestyle.

Ini Lima “Eksotisme” di Jalan Raya Semingkir Pemalang

204

PEMALANG – Jalan Raya Semingkir di Kabupaten Pemalang mendadak viral di media sosial. Ini lantaran kejadian pohon tumbang yang menimpa mobil avanza hingga menewaskan empat penumpang dan melukai empat penumpang lainnya. Selama ini keberadaan jalan ini memang cukup vital, karena menjadi penghubung antara wilayah Kabupaten Pemalang dengan Purbalingga.

Selain dikenal dengan pemandangannya yang aduhai, Jalan Raya Semingkir yang memiliki panjang sekitar 2 kilometer ini, juga dikenal memiliki banyak eksotisme yang perlu diketahui dan diwaspadai para pengendara kendaraan. Apa sajakah itu ?

1. Kondisi Jalan Mulus dan Lebar

Jalan Raya Semingkir dari arah Pemalang dimulai dari sebelah utara, Yakni, dari Desa Sumurkidang, di Kecamatan Bantarbolang.Kondisi jalannya mulus dan lebar. Lepas dari desa ini, akan masuk ke Jalan Raya Semingkir. Meski jalannya mulus dan lebar, tetapi pengendaraan kendaraan hati-hati saat ancang-ancang masuk ke jalan menanjak, ada simpang tiga, karen keadaannya tidak begitu jelas. Padahal dari simpang itu itu sering muncul dump truk pengangkut material galian C.

Simpang tiga ini, tempat keluar masuknya dump truk ada dua di kanan dan kiri jalan dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Sementara itu sebelum pandemi Covid-19, di simpang tiga tersebut sering bergerombol anak SMP yang tentu saja memaksa pengguna jalan untuk injak rem.

2. Tanjakan Panjang dan Harus Gas Pol

Ketika kendaraan sudah melewati simpang tiga itu, kondisi jalan masih mulus dan lebar, tetapi medannya mulai menanjak tipis-tipis dan agak panjang. Di ruas ini kendaraan berat jenis truk tronton atau gandeng sering melintas. Lantaran kondisi dari arah utara jalannya menanjak tipis-tipis dan panjang, kendaraan berat pun harus gas pol untuk bisa melewati tanjakan ini. Tidak jarang, banyak kendaraan yang harus berhenti sejenak untuk menghimpun tenaga sebelum melanjutkan menapaki jalan.

3. Naik Turun dan Berliku-liku

Setelah melewati tanjakan panjang, pengendara akan dihadapkan pada tikungan tajam yang membutuhkan skill dewa, agar terhindar dari kecelakaan. Tikungan di Jalan Raya Semingkir tidak hanya saat masuk jalan tersebut, namun juga saat mau mengakhiri lintasan. Lantaran di awal menanjak maka di akhir jalan pun menurun, kemudian menikung. Karena itu butuh hati-hati, kendaraan harus sehat, rem harus pakem dan skil driver harus berkelas.

4. Melintasi Mushala Segi Enam

Melintas di Jalan Raya Semingkir terutama dari arah Pemalang, biker bakal bertemu dengan pemandangan unik yaitu sebuah bangunan berbentuk hexagonal atau segi enam. Bangunan berada di komplek PTP Nusantara Semugih Afdeling Semakin. Bangunan itu adalah bangunan tua dengan arsitektur Eropa dan digunakan untuk shalat.

5. Harus Ekstra Hati-hati Banyakan Sekolah

Sebelum pandemi Covid-19 di Jalan Raya Semingkir pada jam berangkat dan pulang sekolah banyak pelajar yang bergerombol menanti kendaraan. Ada pelajar SMP, SMK dan SD lantaran sekolah mereka ada di sepanjang jalan tersebut.

Selain itu di Jalan Raya Semingkir juga ada beberapa kantor pemerintah antara lain PTPN Semugih Afdeling Semakir, SMPN Randudongkal SMKN 1 Randudongkal, SD Perumda Tirta Mulia, kemudian toko modern dan warung makan serta usaha milik masyarakat. Dengan mengenal kondisi Jalan Raya Semingkir ini, pengemudi bisa lebih berhati-hati saat melintas, terutama dalam kondisi hujan dan malam hari.

(P11-red)

BERITA LAINNYA