Take a fresh look at your lifestyle.

Ini Kelanjutan Perseteruan Bapak dan Anak Saling Lapor ke Polisi

96

BREBES, smpantura.com – Kasus saling lapor antara Paulus Silalahi (71) dan Benry Silalahi (48), yang tidak lain merupakan bapak dan anak kandungnya itu, hingga kini masih ditangani Polres Brebes. Perseteruan bapak dan anak ini belum menemui titik terang.

Paulus Silalahi (71), meminta kepada anak kandungnya, Benry Silalahi untuk memberikan secuil harta yang diakui dari hasil usahanya itu, untuk kedua anak dari pernikahan dengan istri mudanya. Namun Benry Silalahi melalui kuasa hukumnya, tetap berkehendak perkara dengan bapak kandungnya itu harus melalui proses hukum.

“Saya tidak mau minta macam-macam. Cuma minta sedikit harta saya hasil dari kerja keras saya yang sudah diatasnamakan Benry Silalahi untuk sedikit diberikan kepada kedua anak saya dari isteri kedua. Mereka harus punya masa depan setelah saya tidak ada (meninggal-red). Ini karena keduanya juga darah daging saya,” kata Paulus Silalahi, Senin (5/4).

Kuasa Hukum Paulus Silalahi, Harto Banjar Nahor mengungkapkan, total harta Paulus Silalahi mencapai ratusan miliar. Itu terdiri dari berbagai aset, baik rumah, tanah dan aset lainnya. Kliennya hanya meminta sebagian kecil dari harta itu sebagai tanggung jawab terhadap masa depan kedua anaknya yang masih berusia 10 tahun dan 4 tahun.

“Klien kami ini tidak minta besar-besar. Cukup memberikan sedikit saja untuk kehidupan anak-anaknya. Karena jalur bisnis klien kamu juga ditutup oleh anak pertama dari istri tuanya. Kliennya sekarang tidak punya apa-apa lagi. Tapi berharap masa depan anak-anaknya yang paling penting,” ujarnya.

Dia menerangkan, terkait dengan kasus yang melibatkan satu keluarga ini, pihaknya berharap bisa diselesaikan dengan mediasi dan mengedepankan sisi kemanusiaan. Pasalnya, bagaimanapun kedua anak dari hasil pernikahan dengan istri kedua merupakan darah daging kliennya, yang secara otomatis melekat marga Silalahi.

“Semua orang pasti punya kesalahan masa lalu. Tapi kita lihat ke depan, di sini ada dua anak yang harus diurus dan harus ditanggungjawabi klien kami. Sementara harta klien kami dikuasai anak pertama dari istri tuanya. Jadi tidak benar klien kami atau istri yang sekarang mau menguasai seluruh harta keluarga, seperti yang dituduhkan anak pertama klien kami ini,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, menyangkut dugaan perzinaan dengan pelakor yang disangkakan Benry terhadap kliennya tidak benar. Sebab, pernikahan antara kliennya dengan isteri kedua itu sudah terjadi sejak tahun 2008. Dari hasil pernikahan siri itu, lahir tiga anak dan satu di antaranya sudah meninggal dunia. “Ini bukan pelakor, karena pernikahan klien kami dengan istri mudanya itu sejak 2008. Sejak dulu, hal ini tidak dipermasalahkan keluarga klien kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Benry Silalahi, Wendy Napitupulu saat dikonfirmasi menjelaskan, tidak etis berbicara terkait harta sementara status perkawinan Paulus Silalahi dengan isteri pertamanya, Tio Manur Borusimbolon masih sah secara hukum. Jika menginginkan sebagian harta, maka harus diselesaikan dulu secara hukum.

“Kalau mau minta bagian harta, maka harus diselesaikan dulu secara hukum. Silakan melalui gugatan harta gono-gini saja, itu kami lebih mengapresiasi,” pungkasnya.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA