Take a fresh look at your lifestyle.

Inginkan Tegal Aman, Dedy Yon Terapkan Local Lockdown

135

TEGAL – Belum adanya warga Kota Tegal yang terpapar positif virus korona, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mengambil langkah taktis. Sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian ditutup sementara dan dialihkan selama satu pekan ke depan.

“Kawasan Alun-alun, Jalan Ahmad Yani, GOR Wisanggeni dan Jalan Gajah Mada kita tutup sementara sampai 29 Maret 2020,” ungkap Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono saat turun ke lokasi penutupan local lockdown di simpang Ahmad Yani, Senin (23/3) dini hari.

Adapun untuk penutupan ruas jalan bagi orang luar daerah yang akan menuju pusat Kota Tegal, dilakukan sejak Minggu (22/3) malam. Sejumlah tim yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Satlantas Polres Tegal Kota memasang water barrier (WB) di beberapa titik.

Terpantau, akses menuju Alun-alun dari sisi timur ditutup WB berwarna oranye tepat di jembatan Jalan Pancasila. Sedang dari arah masuk bagian barat, dialihkan menuju Jalan Ahmad Yani. Sementara untuk Jalan Ahmad Yani ditutup pada sisi utara atau tepatnya di perempatan lampu merah gantung.

“Bagi kendaraan yang akan ke Alun-alun dari selatan kita alihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto,” imbuh Dedy.

Di lokasi lain, kendaraan dari arah barat (Jakarta) yang akan menuju jantung kota akan dialihkan ke Jalan Mataram (Terminal) untuk kemudian dilanjutkan menggunakan Jalur Lingkar Utara (Jalingkut). Begitu pula sebaliknya, kendaraan dari timur (Semarang) diarahkan menuju Jalingkut dan keluar melalui jalan samping Terminal.

“Tidak ada kendaraan yang melintas di Jalan Gajah Mada. Jadi kendaraan dari luar daerah tidak ada yang masuk ke kota. Ini tentunya untuk mewaspadai orang asing atau orang luar yang masuk ke Tegal. Bukan berburuk sangka, tetapi lebih kepada menjaga warga Tegal yang masih sehat,” ujarnya.

Terlebih, Dedy Yon menilai, tidak sedikit warga Kota Tegal yang belum memahami himbauan dari pemerintah untuk tetap berada di rumah. Dirinya mengaku kerap mendapati laporan adanya kerumunan di beberapa tempat.

Untuk itu, melalui rapat koordinasi tertutup bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), disepakati bersama tempat- tempat keramaian ditutup untuk sementara waktu. Atas keputusan ini, dedy berharap masyarakat dapat lebih memahami dan ikut menggiatkan gerakan di rumah saja.

“Waktunya satu minggu dengan melihat situasi dan perkembangan. Tidak menutup kemungkinan bisa diperpanjang,” tukasnya. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA