Take a fresh look at your lifestyle.

Imbas Zonasi, SMP N 12 Kota Tegal Kekurangan Siswa

182

TEGAL – Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Tegal mengakibatkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 12 Kota Tegal kekurangan siswa. Kondisi tersebut dirasakan selama dua tahun berturut-turut.

Puncaknya, pada PPDB 2020, sekolah yang berlokasi di Jalan Halmahera, Kelurahan Mintaragen ini hanya menerima 115 siswa. Padahal, panitia PPDB selalu membuka besar jumlah rombongan belajar (rombel) di setiap kelas.

Kepala SMP Negeri 12 Kota Tegal, Maslikha menyebut, jumlah siswa yang telah terdaftar melalui PPDB pada Rabu (24/6) siang tercatat mencapai 115 siswa. Dengan rincian, 40 siswa mendaftar melalui jalur zonasi, 66 siswa dari jalur prestasi dan sembilan siswa dari jalur afirmasi.

“Tahun ini sistem PPDB menerapkan empat jalur pendaftaran, mulai dari jalur zonasi, prestasi, afirmasi dan mutasi. Memang sejak diterapkan dua tahun lalu, jumlah siswa kami semakin berkurang,” bebernya.

Adapun dari 21 ruang kelas yang tersedia, sambung Maslikha, hanya dipergunakan empat ruangan saja pada masing-masing tingkatan, baik Kelas VII, VIII dan Kelas IX. Pada PPDB 2019, jumlah siswa yang mendaftar di SMP N 12 mencapai 122 orang.

Menurut dia, sebelum diberlakukan sistem zonasi, tujuh rombongan belajar yang dibuka setiap tahun selalu terisi penuh. Dimana untuk setiap kelas, mampu di isi oleh 30 hingga 32 siswa.

“Selain karena zonasi, lokasi sekolah kami juga terpencil. Jauh dari pemukiman padat penduduk dan tidak dilalui angkutan umum. Namun, untuk mengantisipasi, kami menyediakan jasa angkutan kepada siswa di Pantura untuk diangkut menuju sekolah gratis,” tegasnya.

Sedangkan untuk pendaftar dari luar kota, Maslikha mengaku jumlahnya ikut berkurang lantaran setiap kabupaten membuka rombongan belajar hingga 11 kelas. Setiap Pemerintah Daerah mengeluarkan kebijakan, agar warganya mendapatkan pendidikan di wilayahnya masing-masing.

“Dulu memang banyak yang dari Kabupaten Tegal, khususnya wilayah pesisir. Tetapi sekarang di sana banyak sekolah yang membuka rombel dalam jumlah besar, sehingga seluruh warganya tertampung,” tutupnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA