Take a fresh look at your lifestyle.

Imbas Banjir, Kerugian Sektor Pertanian di Brebes Rp 3,18 M

156

BREBES – Bencana banjir yang melanda wilayah pantura Kabupaten Brebes, di hari pertama bulan Januari, telah menyebabkan kerugian pada sektor pertanian cukup besar. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes menyebutkan, kerugian yang terjadi akibat banjir tersebut mencapai Rp 3,18 miliar. Kerugian itu diderita para petani bawang merah lantaran puluhan hekater (ha) tanaman bawangnya terendam banjir dan puso atau gagal panen.

Kepala DPKP Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati melalui Sekretarisnya, Moh Furqon menjelaskan, dari hasil pendataan terhadap dampak banjir kemarin, diketahui total luasan tanaman bawang merah yang terendam mencapai 616 ha. Areal itu tersebar di empat kecamatan wilayah Pantura Brebes. Yakni, Kecamatan Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Kersana. Dari luasan tersebut, 79,6 ha di antaranya mengalami puso. Rata-rata tanaman yang terendam banjir itu umurnya di bawah 1 bulan, atau masih dalam bentuk benih karena umbinya belum muncul. “Dampak banjir kemarin ( 1 Januar-red), ada 616 ha tanaman bawang yang terendam, dan 79,6 ha di antaranya mengalami puso. Ini dari hasil pendataan kami,” ujarnya.

Menurut dia, dari total tanaman bawang merah yang puso seluar 79,6 ha itu, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 3,18 miliar. Sebab ketika tanaman yang terendam masih berupa benih, kerugian yang terjadi antara 30-40 persen dari seluruh biaya produksi yang besarnya mencapai Rp 115 juta per ha. “Kalau yang puso 79,6 ha, hasil perhitungan kami kerugian yang terjadi mencapai Rp 3,18 miliar. Tanaman yang puso ini semuanya baru berumur kurang dari 1 bulan atau masih benih,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dampak banjir terhadap sektor pertanian yang paling parah dialami wilayah Kecamatan Wanasari. Di kecamatan itu, tanaman bawang yang terendam mencapai 457 ha. Dari jumlah tersebut 79,6 ha di antaranya puso. Luasan tersebut tersebar di sembilan desa. Yakni, Desa Sisalam, Glonggong, Lengkong, Sidamulya, Siasem, Sigentong, Tanjungsari, dan Dukuhwringin. Sedangkan di wilayah kecamatan lainnya, seperti Bulakamba, Kersana dan Tanjung, tanamannya masih bisa diselamatkan. “Jadi, tanaman bawang yang puso ini seluruhnya terjadi di Kecamatan Wanasari,” tandasnya.

Dia menambahkan, dampak banjir yang terjadi itu, secara umum tidak mempengaruhi produksi bawang merah di Kabupaten Brebes. Sebab, luasannya terbilang masih kecil hanya 616 ha. Sementara luasan total tanaman bawang merah pada musim kali ini yang mencapai 6.713 ha. “Kalau secara umum, dampak banjir ini tidak mempengaruhi produksi bawang merah di Brebes. Apalagi, dalam setahun luasan tanamnya mencapai 30.000 ha. Sedangkan pada musim kali ini saja mencapai 6.713 ha,” pungkasnya.

(b.setiawan-red)

 

BERITA LAINNYA