Take a fresh look at your lifestyle.

Hujan Deras, Maulid Akbar Dipindah ke Masjid Agung

132

TEGAL – Pelaksanaan Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW yang awalnya di Lapangan Alun-Alun Kota Tegal akhirnya dipindah ke Masjid Agung Kota Tegal, Selasa malam (31/12). Langkah tersebut dilakukan karena hujan deras turun yang menyebabkan kawasan alun- alun dan sekitarnya terendam air. Meski harus dipindah ke Masjid Agung, namun pelaksanaan Maulid Akbar yang diselenggarakan oleh Jam’iyyah Rotib Rotibayn dan Pondok Pesantren Daarul Hijrah Kota Tegal tetap berlangsung khidmat.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota, Muhammad Jumadi mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bukti cinta kepada Rasulullah. Kecintaan terhadap Rasulullah bisa pudar dimakan waktu. Demikian juga iman bisa bertambah juga bisa berkurang. Oleh karena itu, mengajak seluruh jamaah untuk selalu menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah.

Terkait dengan malam pergantian tahun, Wakil Wali Kota mengatakan bahwa pada malam pergantian tahun diisi dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, bersama para habaib, kyai, ulama, Forkopimda dan masyarakat Kota Tegal sekaligus berdo’a untuk tahun 2020. “Harapannya agar Kota Tegal menjadi lebih baik,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Pondok Pondok Pesantren Daarul HIjrah Kota Tegal yang juga pengasuh Jam’iyyah Rotib Rotibayn, Habib Thohir bin Abdullah Al Kaff, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin Al Atos, Pimpinan Pondok Pesantren Attuhidiyyah Giren Talang KH. Ahmad bin KH. Sa’id, Perwakilan Anggota Forkopimda Kota Tegal, Rais Syuriah PC NU Kota Tegal KH Misbakh Mustofa, Ketua PD Muhammadiyah Kota Tegal Nadhirin Maskha, para habaib, jamaah Majelis Maulidul Rasul, dan para santri serta jamaah Maulid Akbar.

Maulid dibuka dengan penyampaian istighotsah oleh KH Moh Atob dan pembacaan maulid ad diba’i oleh Habib Sulthon Badar Al Habsyi. Habib Thohir mengatakan kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di dalam Masjid Agung karena disebabkan hujan, merupakan suatu keridhoan Allah SWT. “Bahwa Allah ridho. Di saat-saat terakhir dari perjalanan hidup kita dari kalender masehi banyak gangguan pada saat itu, banyak anak-anak muda yang tergoda dan berlumuran dosa dan maksiat pada malam ini,” ungkapnya.

Dengan mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Habib Thohir menyatakan hanya ingin menyenangkan hati Rosulallah. “Agar umat selamat, maka dilaksanakan amalan sehingga malam itu menjadi malam rahmat. Ayo shalawatan, ayo dzikir, ayo doa, ayo dengarkan mauidoh khasanah dari kyai. Bahkan malam ini Allah menunjukkan kuasanya kepada kita, hujan dan banjir,” katanya.

Habib Thohir juga berharap, dengan duduk di Masjid Agung, dengan niatan iktikaf, maka diharapkan banyak pahala yang didapat. Tepat pukul 00.00 WIB, seluruh jamaah berdiri untuk bersholawat bersama dan berdoa yang dipimpin oleh Habib Thohir. Bersamaan dengan itu, kembang api di luar Masjid Agung dibunyikan sebagai tanda pergantian tahun baru 2020. (Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA