Take a fresh look at your lifestyle.

Ecoprint, Teknik Mencetak Pesona Flora Indonesia di Atas Lembaran Kain

47

SMPANTURA.COM – Perempuan tampak sibuk menata aneka daun di atas lembaran kain untuk selanjutnya dimasukkan ke media pengukusan. Rasa berdebar saat menunggu hasil tampak di raut wajah para peserta workshop ecoprint yang diselenggarakan Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Jawa Tengah di Pendopo Umbul Besuki, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (14/11/2021) siang.

Workshop “Ngecobar” atau ngeco bareng ini merupakan rangkaian dari peringatan hari jadi ke satu AEPI, wadah bagi bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pembuat mode dengan teknik ecoprint.

Ketua AEPI Jawa Tengah Fica Ariyanti mengatakan jika antusiasme warga mengikuti acara Ngecobar ini sangat tinggi. Terbukti, dari dua agenda “Ngecobar” di Klaten dan Banyumas, peserta yang mendaftar cepat mencapai kuota.

“Karena pandemi, peserta memang dibatasi. Seperti di Klaten ini, pesertanya mencapai 65 orang tapi yang minat mendaftar seratusan orang. Sama juga dengan yang di Banyumas,” kata Fica.

Tingginya animo tersebut tidak terlepas dari daya tarik kain hasil ecoprint yang beraneka ragam warna, corak dan motif. Nilai jual kain ecoprint ini pun cukup tinggi di pasaran, dari mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk satu lembar kainnya.

Ecoprint menurut Fica adalah teknik memberi motif dan warna pada kain, kulit, kertas, atau media lain dengan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, kulit kayu, atau bagian lainnya.

Teknik inilah yang kemudian menjadikan ecoprint berbeda dari membatik. Dirinya pun berharap, kehadiran ecoprint bisa menambah khasanah baru wastra nusantara, bersanding dengan kain tradisional lainnya seperti batik, songket, ulos maupun tenun.

Senada dengan itu, di tempat yang sama, Ketua AEPI Puthut Ardianto mengatakan jika ecoprint merupakan sustainable fashion yang mendukung penciptaan produk-produk unggulan ramah lingkungan di Indonesia.

“Dengan mengusung tema hand in hand in harmony, AEPI ingin mengajak seluruh ecoprinter di Indonesia (sebutan bagi pembuat ecoprint), untuk bergandengan tangan, maju bersama menerapkan konsep sustainable fashion untuk mendukung ecoprint Indonesia yang berkemajuan,” kata Puthut.

Acara Ngecobar ini pun ditutup dengan peragaan hasil karya ecoprint seluruh peserta workshop yang datang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dan DIY. (T01-red)

BERITA LAINNYA