Take a fresh look at your lifestyle.

Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kota Tegal Siap Kawal Para Petani Lokal

116

TEGAL – Pengurus Cabang (PC) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kota Tegal, menyatakan siap mengawal instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) terkait rencana kebijakan Pemerintah Pusat melakukan impor beras 10 juta ton dari Thailand.

“Kita lakukan pendataan dan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi para petani. Untuk wilayah Kota Tegal di Kelurahan Kaligangsa, ternyata ada Gapoktan yang akan melakukan panen raya,” ujar Ketua PC HPN Kota Tegal, H Riswanto, Senin (22/3).

Menurut dia, rencana impor 1 juta ton beras akan semakin merugikan para petani, khususnya mereka yang akan panen. Seperti halnya di Gapoktan Sumber Ekonomi I Kelurahan Kaligangsa.

Para petani mengaku sudah merasakan dampak rencana impor beras. Dimana harga jual gabah merosot tajam hingga Rp 350 ribu per kwintal. Padahal, sebelumnya nilai jual gabah mampu mencapai Rp 700 ribu.

Melihat kondisi tersebut, sambung Riswanto, seyogyanya, Pemerintah Pusat justru membantu menyerap hasil panen para petani.

“Dengan terserapnya hasil panen petani lokal, maka Pemerintah ikut mengangkat ekonomi di daerah. Kesejahteraan petani juha akan meningkat,” bebernya.

Hal senada disampaikan Ketua GP Ansor Kota Tegal, Sarwo Edi yang menyatakan siap mengawal para petani lokal sesuai dengan instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU). Terlebih, hampir sebagian besar para petani di Kota Tegal merupakan warga Nahdatul Ulama (NU).

“Ada beberapa aspirasi yang perlu kita sampaikan kepada Pemerintah. Salah satunya pembagian Kartu Tani yang belum merata. Sejak mendaftar pada 2015 lalu, dari 150 petani baru dua yang mendapat kartu di 2021 ini,” tukas Sarwo Edi. (T03-red)

 

BERITA LAINNYA