Take a fresh look at your lifestyle.

Hendak Demo di Jakarta, Lima Bus Mahasiswa Semarang Tertahan di Brebes

183

BREBES – Sebanyak lima bus yang membawa mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang tertahan selama beberapa jam, saat melintas di jalur Pantura Brebes, Selasa dini hari (24/9). Rombongan bus mahasiswa yang hendak ke Jakarta untuk melakukan unjukrasa di Gedung DPR RI tersebut, mendadak dihentikan polisi saat ada razia rutin di depan Mapolres Brebes.

Dari hasil pemeriksaan polisi, dua dari lima bus yang membawa sebanyak 260 mahasiswa tersebut, diketahui tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Sehingga, polisi terpaksa menilang dan menahan kedua armada tersebut. Sedangkan tiga bus lainnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Namun dengan alasan solidaritas, mereka tetap menunggu rombongan lainnya.

“Sudah sekitar lima jam, rombongan kami ini tertahan di Brebes. Bus kami dihentikan sejak pukul 03.30 tadi,” ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes Semarang, Budi saat ditemui, Selasa (24/9).

Dia mengatakan, rencananya rombongan gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang itu akan ke Jakarta untuk mendukung kegiatan mahasiswa lain di Indonesia, guna menyampaikan aspirasi menolak revis Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan revisi Undang-Undang KUHP di Gedung DPR RI. Rombongannya berangkat dari Semarang sekitar pukul 23.00. Namun saat mau masuk pintu Brebes Timur, jalur ditutup dan dialihkan ke jalur pantura. Saat berada di depan Mapolres Brebes ada razia dan bus yang dinaiki dihentikan. “Dari lima bus rombongan, dua bus di antaranya kata polisi tidak dilengkapi STNK. Ini kan aneh, mau perjalanan jauh perusahaan tidak melengkapi armadanya dengan surat-surat kendaraaan,” ungkapnya.

Menurut dia, sejak awal keberangkatan pihaknya sudah curiga adanya indikasi upaya pengembosan terhadap kegiatan tersebut. Di sisi lain, saat digelar razia, banyak kendaraan lain yang melintas begitu saja. Tak hanya itu, saat di wilayah Tegal juga ada dua armada bus yang tertatah. Namun setelah bisa  bergabung giliran di Brebes tertahan kembali.  Atas kondisi tersebut, pihaknya berinisiatif berganti armada bus. Sebab, dua bus tidak bisa melanjutkan perjalanan. Selain itu, pihaknya menargetkan sampai di Jakarta pagi hari. Namun akibat kejadian itu, rombongan diperkirakan bisa bergabung dengan mahasiswa lain di Jakarta siang hari. “Kami sebenarnya menargetkan sampai di Jakarta pagi hari. Tapi, kondisinya seperti ini sehingga kami mengalah dan berinisiatif berganti armada,” terangnya.

Sekitar pukul 09.00, rombongan mahasiswa asal Semarang akhirnya bisa melanjutkan ke Jakarta dengan armada bus lain. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Brebes, AKP M Adimas Purwonegoro membantah ada upaya penggembosan terhadap gerakan mahasiswa dalam menyuarakan penolakan Revisi UU KPK dan RUU KUHP. Dia menjelaskan, lima bus rombongan mahasiswa yang menuju Jakarta terjaring razia lalu lintas rutin oleh jajarannya. Dari lima bus, dua bus di antaranya tidak dilengkapi STNK.

“Kita melakukan operasi gabungan rutin lalu lintas. Kebetulan yang terjaring rombongan mahasiswa. Dua bus tidak dilengkapi surat menyurat berupa STNK. Kita tidak ada target prioritas dari temen-temen mahasiswa, itu tidak ada,” jelasnya.

Dalam razia lalu lintas, lanjut dia, dua bus yang tidak membawa STNK langsung dilakukan penilangan. Dua bus tersebut ditahan sebagai barang bukti karena tidak bisa menunjukan surat-surat kendaraan. Sementara tiga bus lainnya, diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Namun informasi dari mahasiswa, mereka tidak mau melanjutkan perjalanan kalau ada yang tertinggal. Ini karena faktor kebersamaan dan mereka menunggu armada bus lain. “Jadi kami melangkah sesuai prosedur. Tiga bus yang lain kami persilahkan melanjutkan perjalanan, tetapi mahasiswa memilih menunggu,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA