Take a fresh look at your lifestyle.

Harus Ketat Deteksi Dini di Jasa Pengiriman Barang

134

* Antisipasi Peredaran Narkoba

TEGAL Peredaran berbagai jenis narkoba di Tegal dan sekitar, di masa pandemi Covid 19, perlu kewaspadaan tingkat tinggi. Apalagi kini pengedar banyak memanfaatkan perusahaan jasa pengiriman barang.

Aktivis antinarkoba yang juga pemerhati sosial dan hukum Dr Eddhie Praptono SH MH mengatakan, harus lebih ketat lagi upaya deteksi dini di perusahaan jasa pengiriman barang.

”Misalnya perlu menyediakan peralatan, atau aturan yang mampu mendeteksi barang yang akan dikirimkan seseorang, bebas dari narkoba.

Ini memang cukup rumit. Tapi jika semangat memberantas peredaran narkoba dikedepankan, tentu ini akan jadi solusi yang layak dipertimbangkan,” ucap pengajar sosiologi hukum dan hukum bisnis di Universitas Pancasakti (UPS) Tegal.

Dia perlu menyampaikan hal itu, mengingat sekarang pengedar narkoba cukup lihai dan kreatif untuk mengelabuhi pengawasan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di tingkat pusat, provinsi dan daerah tingkat dua.

Satres Narkoba di tingkat polres pun cukup kewalahan mengadapi fenomena peredaran narkoba yang memanfaatkan jasa pengiriman barang. Bahkan akan sulit terdeteksi lagi bila pengiriman barang terlarang itu menggunakan jasa go sent.

Banyak Terungkap

Meski demikian, dia mengacungi jempol atas kinerja Satres Narkoba, BNN, BNNP dan BNNK. Karena modus peredaran narkoba semacam itu, sudah banyak yang terungkap.

Seperti telah dilakukan Satres Narkoba Polres Tegal Kota dan BNNK Tegal.

Umumnya berbagai jenis narkoba yang dikirimkan, kata dia, seperti sabu, ganja, obat terlarang hingga tembakau gorila.

Barang-barang itu ada yang dikemas menggunakan aluminium foil atau pelastik hitam. Ada juga yang dimasukkan ke dalam makanan siap saji, seperti roti.

Perusahaan jasa pengiriman barang, menurut dia, memang sudah memasang tulisan peringatan tentang aturan ketat untuk para pengguna atau konsumen, berkait barang yang akan dikirimkan.

Seperti barang yang dikirimkan tidak berbahaya atau mudah meledak. Bukan barang yang dilarang untuk diedarkan bebas seperti narkoba. Sabu, ganja, obat daftar G dan tembakau gorila.

Barang-barang terlarang itu, selama ini, hanya mampu dideteksi oleh anjing terlatih dari Unit K-9 yang dimiliki Sat Sabhara di tingkat Polres, Polrestabes, Polda maupun Mabes Polri.

Tentu memberdayakan kemampuan anjing terlatih pelacak bahan peledak, maupun pendeteksi narkoba, cukup merepotkan.

Apalgi jumlah anjing tersebut sangat terbatas di semua tingkatan markas kepolisian.

Di sisi lain, keterbatasan itu, menjadi peluang para pengedar untuk memanfaatkan situasinya dalam mengedarkan barbagai jenis narkota.

Para pengedar menabrak aturan itu, dengan nekat memanfaatkan jasa transportasi perusahaan pengiriman barang.

”Karena itulah, upaya deteksi dini di perusahaan jasa pengiriman barang perlu dikedepankan. Intinya, semua harus waspada dan lebih jeli lagi dalam upaya memberantas peredaran narkoba,” ucap dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA