Take a fresh look at your lifestyle.

Hari ini Pasar Induk Brebes Bak Pasar Mati

- Gerakan Jateng di Rumah Saja, Begini Kondisi Kota Brebes

37

BREBES – Kawasan Kota Brebes terpantau sepi selama penerapan Gerakan Jateng di Rumah Saja, yang dimulai sejak Sabtu (6/2). Begitu juga di hari kedua, Minggu (7/2), kondisinya terpantau masih sepi. Bahkan, di Pasar Induk Brebes terlihat seperti pasar mati, karena seluruh pedagang tutup.

Di jalur pantura Kota Brebes terpantau, arus lalu lintas lebih di dominasi kendaraan berat, seperti truk dan mobil pribadi. Itu pun jumlahnya sedikit di banding dengan hari-hari normal. Sedangkan di Alun-alun Kota Brebes, seluruh kios pedagang yang terdapat di kawasan tersebut terpantau tutup. Situasi Alun-alun Kota Brebes yang menjadi salah satu pusat keramaian kota, kini berubah 100 persen karena sepi.

Sementara di Pasar Induk Brebes juga sepi, bahkan terlihat seperti pasar mati. Di pasar terbesar di Brebes itu, seluruh pedagang tidak berjualan total sejak hari pertama pemberlakuan Gerakan Jateng di Rumah. Di bagian depan pasar, seluruh toko terlihat tutup. Begitu juga di bagian dalam pasar, tidak hanya toko, tetapi kios dan los yang ada juga tutup. Di beberapa kios, memang tampak ada beberapa pedagang yang menunggu lapaknya. Namun mereka tidak berjualan, melainkan memanfaatkan waktu tutup untuk memperbaiki kiosnya. Sejumlah petugas gabungan dari Satpol PP dan keamanan pasar berjaga di pintu masuk pasar. Hal itu untuk memastikan gerakan Jateng di Rumah Saja berjalan sesuai arahan pemerintah.

Salah seorang petugas Satpol PP Pemkab Brebes, yang bertugas di Pasar Induk Brebes, Kusnaedi menuturkan, sejak Sabtu (6/2) seluruh pedagang di pasar tidak berjualan. Mereka mau mematuhi anjuran pemerintah dalam Gerakan Jateng di Rumah Saja. Kondisi pasar juga aman hingga hari ke dua pelaksanaan gerakan tersebut. “Alhamdulillah, semua pedagang patuh. Sejak kemarin dan hari ini tidak ada yang berjualan,” ujarnya, Minggu (7/2).

Kepala Pasa Induk Brebes, Dadang memastikan, para pedagang tidak ada yang buka sejak hari pertama kemarin. Dari sekitar 700 pedagang yang ada di Pasar Induk Brebes, semuanya sudah diberi tahu untuk tidak boleh berjualan selama dua hari. “Tadi sudah kami cek, semuanya tutup. Kami sudah sosialisasikan ke mereka beberapa hari lalu,” tandasnya.

Dia menambahkan, selama Gerakan Jateng di Rumah Saja, pihaknya manfaatkan untuk melakukan penyemprotan desinfektan di kawasan Pasar Induk Brebes. Penyemprotan dilakukan oleh petugas PMI Brebes dan BPBD. “Selama tidak aktivitas perdagangan, semua kios kami semprot desinfektan. Ini supaya nanti saat mulai dagang kembali sudah dalam keadaan steril,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA