Take a fresh look at your lifestyle.

Harga Garam Tingkat Petani di Brebes Anjlok

220

BREBES – Memasuki musim panen raya tahun ini, harga jual garam di tingkat petani di Kabupaten Brebes anjlok. Bahkan, harganya kini hanya Rp 250 – 300/ kilogram (kg).

Kondisi itu membuat para petani garam di sepanjang pantura Brebes resah. Sebab, mereka terancam mengalami kerugian cukup besar.

Raji (48), salah seorang petani garam di Desa Krakahan, Kecamatan Tanjung, Brebes mengaku, anjloknya harga jual garam itu sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tepatnya, sejak awal bulan Agustus. Sebelumnya harga jual garam di tingkat petani antara Rp 750 – Rp 900/ kg. Namun sekarang turun drastis menjadi Rp 300/ kg.

“Saat ini garam hasil panen saya hanya laku Rp 300/ kg. Padahal kami baru bisa mendapatkan untung cukup minimal harga garamnya Rp 750/ kg,” ungkapnya, Selasa (13/8).

Menurut dia, dengan harga jual hanya Rp 300/ kg, pihaknya tidak bisa menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan. Padahal untuk satu hektare (ha) lahan garam membutuhkan modal sekitar Rp 20 juta. “Kalau harganya seperti ini, ya kami jelas merugi. Makanya, sekarang banyak petani di desanya yang enggan memanen, termasuk saya. Ini karena harga jualnya sangat murah,” terangnya.

Ketua Kelompok Petani Garam Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Arif Ghoni mengatakan, di wilayahnya harga garam anjlok hingga Rp 250 / kg. Jatuhnya harga itu sudah dirasakan petani garam di desanya sejak Juli lalu. Kondisi itu selain menjelang panen raya, juga dampak adanya kebijakan impor garam. Bahkan, informasinya garam impor itu sudah ada yang masuk ke pasaran Brebes. “Kalau di desa saya, harga garam saat ini Rp 250/ kg. Sebelumnya harga garam ini mencapai di atas Rp 750/ kg,” ujarnya.

Dia menambahkan, secara kualitas, produk garam petani di Brebes tidak kalah dengan impor. “Kami bersama petani lain berharap pemerintah bisa mendongkrak harga garam ini. Selain itu, pemerintah juga bisa menekan impor garam ini dan memaksimalkan garam produksi lokal,” pungkasnya.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA