Take a fresh look at your lifestyle.

Harga Cabe Rawit Melonjak, Konsumen Kurangi Pembelian

59

SLAWI – Harga cabai rawit merah di Kabupaten Tegal kemarin mencapai Rp 100.000 per kilogram. Menurut pedagang sayur di Pasar Trayeman Slawi, Tonisah (64), kenaikan harga cabai rawit merah atau biasa disebut cabai setan terjadi sejak Oktober 2020.

Harga rawit merah yang biasanya berkisar Rp 12.000-Rp 18.000 per kilogram, secara bertahap naik, bahkan di pasaran sempat menembus harga Rp 120.000 per kilogram. Cabai tersebut diperoleh dari luar daerah.

“Biasanya habis tahun baru, harga akan turun. Tapi sampai sekarang harga masih tetap tinggi, seratus ribu rupiah per kilogram,”jelas Tonisah, Senin (1/3).

Menurut warga Desa Kendal Serut ini, harga cabai rawit merah paling tinggi dibanding cabai jenis lain.

Dia menyebutkan, cabai rawit putih Rp 50.000/kg, cabai rawit hijau Rp 70.000/kg, cabai merah keriting Rp 55.000/kg, cabai merah besar Rp 40.000/kg dan cabai hijau Rp 22.000/kg.

Dengan tingginya harga cabai rawit merah, Tonisah mengaku menggurangi belanja cabai. “Dulu kulakan bisa sampai 15 kilogram per hari, sekarang harganya mahal, cukup kulakan 5 kilogram,”sebutnya.

Hal sama diungkapkan Witri (59) pedagang sayur di pasar tersebut. Witri yang biasanya kulakan cabai rawit merah 4 kilogram per hari, sekarang hanya membeli 2 kilogram. Itupun baru habis terjual dua hari.

“Sekarang karena harganya mahal, konsumen mengurangi membeli cabai rawit merah. Mereka yang biasa membeli 250 gram, jadi 100 gram,”sebutnya.

Kenaikan harga cabai rawit merah tak hanya dirasakan dampaknya pedagang, tapi juga pembeli. Salah satunya Setyo Suryanto (36).

Pengusaha ayam geprek keju di Kudaile ini mengaku, sejak harga cabai rawit merah melambung, dirinya harus memutar otak agar usahanya terus berjalan.

Untuk mengganti cabai rawit merah menjadi cabai jenis lain, menurutnya tidak mungkin dilakukan. Karena akan berpengaruh terhadap cita rasa ayam geprek kejunya.

Dengan situasi harga cabai rawit merah yang semakin melambung, Setyo terpaksa mengurangi level kepedasan ayam prejunya.

“Kalau biasanya ada yang sampai level 15, sekarang cukup level 5 saja. Kalau ada yang mau nambah level, maka akan diminta bayar Rp 500, untuk mendapatkan dua buah cabai,”tuturnya.

Sejak membuka usaha ayam geprek keju selama 4 tahun, kenaikan harga cabai rawit merah kali ini merupakan kenaikan yang paling tinggi dan berlangsung paling lama.

“Ini kenaikan paling lama. Biasanya sebelum tahun baru sudah turun dan normal. Ini belum turun juga, malah sebentar lagi puasa, harga bisa naik lagi,”ungkapnya.

BERITA LAINNYA