Take a fresh look at your lifestyle.

Hadiri Gowes dan Dangdutan, Bupati Brebes Dinilai Ceroboh

172

BUMIAYU- Kehadiran Bupati Brebes Idza Priyanti pada acara Gowes Santuy di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Brebes, Minggu (12/7), mendapat sorotan.

Salah satunya oleh anggota Pansus Covid-19 DPRD Brebes Tri Murdiningsih. Dia menilai bupati selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Brebes mengabaikan protokol kesehatan dalam kegiatan yang dimeriahkan hiburan dangdut organ tunggal tersebut.

Menurutnya, di masa pandemi virus corona ini, pejabat semestinya memberikan contoh yang baik. Diantaranya memakai masker, menghindari kerumunan dan menjaga jarak.“Saya menilai kehadiran Bupati Brebes selaku Ketua Gugus Tugas tingkat kabupaten dalam acara yang melibatkan banyak orang ini, ceroboh dan membahayakan keselamatan masyarakat. Secara pribadi saya menilai pemahaman bupati pada surat edaran yang dibuat dan di tandangani akan tumpul,” kata Tri Murdiningsih.

Politikus PDIP itu menyatakan, penetapan zona hijau bukan berarti pandemi corona di satu wilayah berakhir. Dalam Peraturan Bupati Brebes No 54 tahun 2020 tentang Normal Baru (New Normal) pun masih diatur tentang pedoman kegiatan sosial budaya seperti kerumunan orang, jarak dalam kerumunan dan hal hal lain yang dapat menimbulkan penyebaran virus corona.”Sekolah saja kan masih ditunda. Kegiatan bupati Ini bisa menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Kades Kalijurang Edi Riyanto mengatakan, kegiatan bertema Gowes Santuy menuju Kalijurang Maju diikuti lebih kurang 1.000 pesepeda. Kegiatan dilaksanakan karena wilayahnya merupakan zona hijau. Tidak ada warganya yang terjangkit corona. Panitia juga mensyaratkan setiap peserta menggunakan masker.“Tujuan kegiatan ini untuk menggairahkan Pasar Minggu Pagi. Selain gowes bareng, juga ada kegiatan donor darah dan penanaman pohon,” ujarnya.(Teguh Tribowo/red38)

BERITA LAINNYA