Take a fresh look at your lifestyle.

Hadapi New Normal, Dishub Siapkan Transportasi Publik yang Higienis dan Humanis

184

SLAWI- Menghadapi era tatanan  baru (new normal),  Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Perhubungan akan menerapkan sistem transportasi publik yang higienis dan humanis. Konsep transportai publik yang higienis dan humanis ini sesuai dengan  arahan Kementerian Perhubungan RI.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, pada Bincang Kreatif di Studio Radio Slawi FM, Selasa (9/6).

Pada acara yang juga dihadiri Ketua Organda Kabupaten Tegal, Kusmuwanto dan Operator PO Sinar Jaya, Faisal Nurhuda, Uwes mengatakan, di era new normal, bidang transportasi  mengutamakan kesehatan, namun tetap memperhatikan aspek ekonomi.

“Untuk itu kita perlu membangun sistem transportasi yang higienis dengan menerapkan protokol kesehatan, less contack dan humanis,”sebutnya.

Menurut  Uwes, ada tiga kebijakan yang diambil pada masa transisi ke new normal ini. Pertama, pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda trasnportasi untuk pergerakan orang dan barang. Setiap hari penumpang dibatasi.

Kedua, pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaan sepeda. Penggunaan sepeda, saat ini meningkat tajam. Hasil survei menunjukkan pembelian sepeda naik 500 persen. Sebelum pandemi pembelian sepeda 1-2 unit per hari, namun setelah pandemi naik menjadi 10-12 unit per hari.

“Setelah dilakukan studi traffic count di periode peak di Trayeman, sebelum pandemi sekitar 2 persen dan setelah pandemi 8 persen,”tuturnya.

Kebijakan ketiga yakni, melidungi penumpampang, awak bus dan sarana transportasi. Hal ini akan diwujudkan dengan menerapkan transportasi yang higiensi, humanis dan less contack.

Terkait era tatanan baru di bidang transportasi publik, Ketua Organda Kabupaten Tegal, Kusmuwanto mengingatkan awak pengemudi, agar selalu mengecek kondisi kendaraan dan administrasi (surat-surat kendaraan) demi keamanan dan keselamatan di jalan. Awak bus, juga diminta menerapkan protokol kesehatan.

“Sebelum berangkat, kendaraan harus disemprot desinfektan bagian lantai dan dinding, awak dan penumpang menggunakan masker , cuci tangan dan dicek suhu badannya. Penumpang melakukan jaga jarak minimal 1 meter, sehingga jumlah penumpang dibatasi 50 persen dari kapasitas yan ada. Saat bus pulang dan sampai terminal, agar dicuci dan disemprot disinfektan,”sebutnya.

Mengenai tarif bus, kata dia, dengan dibatasinya okupasi penumpang bus, maka tarif  bus juga akan naik 50 persen.

Sementara itu, operator PO Sinar Jaya, Faisal Nurhuda mengatakan, sejak adanya Pembatasan Sosial Berskala  Besar (PSBB) di Jakarta, PO Sinar Jaya telah memberlakukan protokol kesehatan baik itu menyangkut armada, awak angkutan maupun penumpangnya. Armada bus setelah menurunkan penumpang di Terminal Dukuhsalam langsung dibersihkan, dengan cara dicuci dan disemprot desinfektan pada benda-benda yang kerap disentuh penumpang, seperti kursi, handel pintu dan kabin.

Kemudian, awak angkutan baik sopir maupun kernet sebelum berangkat harus cek kesehatan, cek suhu badan dan selalu pakai masker.

Para penumpang bus Sinar Jaya  juga harus mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan jaga jarak. Untuk itu, kapasitas tempat duduk hanya diisi 50 persen saja, dari 43 kursi hanya diisi 20 kursi.  Penumpang diwajibkan memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer .

Selain itu juga dicek suhu tubuhnya. Apabila suhu lebih dari 37,5 derajat celcius, calon penumpang tidak diperkenankan naik  bus.

Untuk menghindari kerumunan, kata Faisal, pemesanan tiket bisa dilakukan secara online dengan aplikasi ride bus atau traveloka.

Untuk menggunakan armada bus, penumpang juga wajib menunjukkan fotocopy KTP, surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari rumah sakit, surat pengantar ( dari RT/RW, surat kematian bisa ada keluarga yang meninggal, surat tugas dari instansi/surat keterangan menjalani pendidikan) dan surat ijin keluar masuk (SIKM) masuk Jakarta.

“ Apabila ada penumpang yang tidak lengkap atau tidak mematuhi aturan tersebut dengan terpaksa tidak akan diijinkan  naik bus kami ,” terang Faisal pada acara yang dipandu penyiar Merry Honey itu.

Terkait tarif bus, di saat arus balik penumpang dikenakan Rp 250 ribu. Tarif akan kembali normal setelah arus balik berakhir. Dia menyebutkan, dengan pembatasan unit armada yang beroperasi, PO Sinar Jaya hanya mengoperasikan 14 armadanya , sehingga bus berangkat dari Terminal Dukuhsalam pada malam hari. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA