Take a fresh look at your lifestyle.

Guru TK Datangi Gedung DPRD Brebes, Tuntut Keadilan Terkait Kuota P3K

58

BREBES – Puluhan perwakilan guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Brebes, mendatangi gedung DPRD setempat, di Jalan Gajah Mada Brebes, Senin (22/2). Mereka datang ke wakil rakyatnya untuk menuntut keadilan terkait kuota seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sebab, para guru TK sampai saat ini belum terakomodir kuotanya dalam seleksi P3K tersebut.

Perwakilan guru TK yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut diterima Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes. Mereka beraudiensi di ruang aula gedung DPRD Brebes. Ketua Ikatan Guru TK (IGTK) Kecamatan Tanjung, Brebes, Charini mengatakan, perwakilan guru TK menemui DPRD untuk menyampaikan aspirasi, terkait seleksi P3K. Pemerintah dalam seleksi P3K itu tidak mengakomodir keberadaan guru TK. Terbukti dengan tidak adanya kuota yang diperuntukan bagi guru TK. Karena itu, teman-teman guru TK meminta adanya kuota bagi guru TK dalam P3K tersebut. “Tidak adanya kuota guru TK di P3K ini membuat kami kecewa, khususnya guru TK yang masih muda. Kami meminta dalam perekrutan P3K ke kedepannya ada kuota bagi kami, paling tidak berapa lah,” ucapnya ditemui usai audiensi di DPRD Brebes.

Dia mengungkapkan, saat ini di Brebes ada sekitar 14.000 orang guru TK. Beban dan tugasnya juga sama dengan guru-guru lainnya. Namun dalam perekrutan P3K, kuota guru TK tidak ada, dan yang ada hanya guru SD dan SMP. “Karena itu lah, kami datang ke DPRD untuk menuntut agar nasib kami diperjuangkan dalam P3K ini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Muhaimin Sadirun menjelaskan, pada prinsipnya para guru TK itu menuntut diberi hak yang sama untuk bisa diikutkan dalam seleksi perekrutan P3K. Namun sesuai regulasi yang ada, P3K itu diperuntukan bagi guru honorer yang mengabdi di sekolah negeri, baik itu di tingkat TK, SD, SMP maupun SMA. Secara kebetulan, para guru yang datang itu mengajarnya di sekolah TK swasta. Di sisi lain, jumlah TK negeri di Brebes sangat sedikit.

“Kami akan berupaya memperjuangkan aspirasi ino di tingkat Kementerian Pendidikan, agar nantinya regulasi bisa diubah dan para guru TK ini terakomodir. Walaupun nantinya setelah lolos P3K, para guru TK ini bisa ditugaskan ke sekolah TK negeri atau swasta dengan sistem diperbantukan,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA