Take a fresh look at your lifestyle.

Guru Matematika Dibekali Metode Pembelajaran Kreatif

149

PEKALONGAN-Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pekalongan (Unikal) menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Matematika di Era Pandemi secara daring. Workshop diselenggarakan untuk membekali guru matematika dengan metode pembelajaran yang kreatif.

Ketua Panitia Workshop Pembelajaran Matematika Nur Baiti Nasution menjelaskan, workshop diikuti 104 guru matematika dari berbagai daerah di Indonesia. Ada delapan dosen Prodi Pendidikan Matematika yang terlibat dalam workshop tersebut. Mereka menyiapkan berbagai materi untuk disampaikan kepada peserta. Adapun materi dalam workshop tersebut yakni Desmos, Powtoon, Whiteboard animation dan Edmodo. Selain itu, Quizizz, Google Form, Socrative dan Latex.

“Peserta pelatihan bertemu lewat google classroom. Kami menyelenggarakan workshop ini karena ingin berbagi ilmu kepada para guru matematika dari berbagai daerah. Kami sudah beberapa kali mengadakan workshop daring. Untuk workshop kali ini, penyajian materi kami lakukan mulai tanggal 6 hingga 18 Juli nanti,” terangnya.

Dekan FKIP Unikal Fahrudin Eko Hardiyanto menambahkan, workshop diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru matematika. Selain itu juga untuk meningkatkan kreativitas guru matematika. Sebab, di era pandemi saat ini, kreativitas guru menjadi kata kunci dalam pembelajaran di rumah agar siswa tidak jenuh.

“Kreativitas menjadi kata kuncinya. Kalau guru tidak punya kreativitas, siswa akan jenuh. Dalam workshop ini, kami menghadirkan teknik-teknik mengajar,mulai kuis sampai penggunaan aplikasi dalam.pembelajaran matematika. Ini jadi kebaruan dan dapat diterapkan dalam.sistem.pendidikan di era pandemi. Jadi, meskipun pembelajaran dilakukan jarak jauh, matematika bisa disajikan dengan penuh kreativitas,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelatihan pembelajaran secara online kini menjadi kebutuhan di tengah pandemi corona. Ia berharap, workshop tersebut dapat membangun kapasitas dan meningkatkan kompetensi para pendidik. “Sehingga matematika tidak lagi menjadi hal yang ditakutkan dan dihindari siswa kita karena disajikan dengan sistem.yang menarik,” sambungntya. (K30)

BERITA LAINNYA