Take a fresh look at your lifestyle.

Guru Harus Miliki Kompetensi Mengelola Kelas Virtual

252

BATANG– Sekolah saat ini benar-benar mempersiapkan pengajaran berbasis digital di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan SMP Negeri 1 Subah, Kabupaten Batang yang melakukan persiapan penyelenggaraan pelatihan peningkatan kompetensi pendidik melalui pemanfaatan E-Learning berbasis website sekolah untuk pembelajaran jarak jauh.

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini diikuti 31 orang guru serta di dukung oleh 14 orang tenaga administrasi sekolah.

Kepala SMP Negeri 1 Subah Sri Mulyono, M.Pd menyampaikan, salah satu kebijakan pendidikan di masa pandemi covid-19 adalah, pembelajaran tatap muka di sekolah tidak diperkenankan bagi daerah yang berada di luar zona hijau.

Saat ini Kabupaten Batang masih berada pada zona orange yang mendekati hijau. Otomatis pembelajaran harus dilakukan dengan jarak jauh atau kombinasi tatap muka dengan jarak jauh.

” Untuk itu guru harus memiliki kompetensi mengelola kelas virtual dalam melaksanakan pembelajaran secara online atau e-learning melalui website sekolah, maka perlu dilakukan pelatihan seperti saat ini. Harapannya, ketika masuk tahun pelajaran baru 2020/2021, guru siap memberikan pembelajaran jarak jauh kepada siswa,” katanya, kemarin.

Dia mengatakan, pelatihan ini pada dasarnya merupakan program wajib yang telah diagendakan oleh Koordinator PKB (pengembangan keprofesian berkelanjutan) SMP Negeri 1 Subah dalam upaya peningkatan komptensi guru dalam pembelajaran sebelum memasuki tahun pelajaran baru 2020/2021.

Sehubungan dengan kebijakan Pemkab Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), maka untuk tahun pelajaran 2020/2021, pembelajarannya tidak dilaksanakan melalui tatap muka di sekolah, namun melalui daring.

” Atas dasar itulah komptensi guru harus ditingkatkan dalam menyukseskan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dari guru. Dalam pembelajaran jarak jauh ini SMP Negeri 1 Subah melalui kajian team IT menetapkan penggunaan e-learning dengan memanfaatkan website sekolah,” tuturnya.

Dalam kegiatan pelatihan, pada hari pertama, guru selain diberi materi juga dituntut untuk mempraktikan dari login sebagai siswa, guru dan wali kelas, mengupload perangkat pembelajaran, unggah file, unggah gambar, unggah video pembelajaran juga cara memberikan evaluasi pembelajaran.

Sedangkan pada hari kedua, guru dengan difasilitasi Tim IT SMP Negeri 1 Subah melaksanakan praktik pembelajaran dengan e-learning berbasis website, ada guru modelnya dan guru lain sebagai siswanya.

” Setelah pelatihan, maka pada masa MPLS perlu kita kenalkan pada siswa melalui pelatihan sederhana tentang pembelajaran ini, sehingga minggu kedua pembelajaran sudah bisa efektif dilaksanakan,” katanya. (trisno suhito/H56)

BERITA LAINNYA