Take a fresh look at your lifestyle.

Guru Besar dan Dosen Asal Brebes Peringati Isra Mi’raj Lewat Virtual

64

BREBES – Adanya pandemi virus korona, tidak mematahkan semangat masyarakat untuk menyemarakan datangnya Isra Mi’raj 1442 H. Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes misalnya, meski lokasinya berjauhan dan saat ini dilarang melakukan perkumpulan massa, mereka tetap bisa memperingati Isra Mi’raj melalui virtual zoom, Minggu (14/3).

Peringatan yang mengangkat tema “Satu Langkah Menuju Ketakwaan” itu, mengundang 3 pembicara. Yakni, Dr Raswan, MPd, MPdI selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, M Najih Ramadhan, SThI, MAg selaku Dosen UIN Sunan Ampel, dan Faozan Amar SAg, MM selaku Dosen Universitas Muhammadiyah yang juga selaku Staf Khusus Menteri Sosial Republik Indonesia.

Guru besar dan dosen asal Brebes yang tersebar di 27 kampus, di Indonesia ikut ambil bagian juga dalam acara tersebut. Di antaranya dari Universitas Muhammadiyah Semarang,
IAIN Syeh Nurjati Cirebon, UIN Semarang, UIN Jakarta, Uhamka Jakarta, UPS Tegal, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Onsoed, UNY, Universitas PGRI Yogyakarta, Umus Brebes dan UNJ. Kemudian, dari UIN Sunan Ampel, Universitas Brawijaya, UMS, Poltek Halber Tegal, IAIN Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Jakarta, STMIK Paguyangan, Poltek Mitra Karya Mandiri Ketanggungan Brebes, IPB, Universitas Peradaban Bumiayu, Politeknik Kelautan Sorong, STAI Brebes, IAIN Pekalongan, I-Vet Semarang dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia.

“Ada guru besar dan dosen dari 27 kampus di Indonesia mengikuti peringatan Isra Mi’raj melalui virtual ini,” ucap Ryan Fitrian Pahlevi selaku Panitia Kegiatan.

Sementara Pembina Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes, Prof Dr Ir H Darsono Wisadirana, M S mengungkapkan, salat lima waktu adalah perintah Allah SWT, yang mulai disyariatkan saat peristiwa Isra Mi’raj. “Salat adalah ibadah yang diyakini umat Islam sebagai tiang agama ini juga menjadi amal yang pertama kali dihisab,” kata Guru Besar Universitas Brawijaya Malang ini.

Prof Dr Rustono MHum, Guru Besar Universitas Negeri Semarang yang juga Rektor I-Vet Semarang mengatakan, Isra Miraj adalah peristiwa penting bagi umat Islam. Isra Miraj merupakan perjalanan di malam hari yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh. Peristiwa itu terjadi pada 27 Rajab di tahun ke delapan kenabian. Isra berarti perjalanan di malam hari, sedangkan Miraj berarti naik atau diangkat ke Sidratul Muntaha. Di malam itu, Rasulullah bersama Malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, perintah salat menjadi lima waktu dalam sehari. “Sejak saat itu umat Islam mesti melakukan salat wajib lima waktu,” ungkapnya. (*)

BERITA LAINNYA