Take a fresh look at your lifestyle.

Guci Berlakukan Pembayaran Retribusi Secara Non Tunai Dengan QRIS

112

SLAWI – Guna meningkatkan kualitas layanan pada pengunjung, Obyek Wisata Guci , Kabupaten Tegal memberlakukan pembayaran retribusi non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Pengelola Obyek Wisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Ahmad Abdul Hasib menuturkan, rencananya pemakaian QRIS untuk pembayaran retribusi akan diluncurkan pada tanggal 18 Maret 2021 mendatang.

Peresmian akan dilakukan secara virtual oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo . Adapun Bupati Tegal Umi Azizah dan Forkopimda akan hadir di OW Guci dan akan berinteraksi dengan Gubernur Jateng secara virtual.

“Yang akan meresmikan pembayaran non tunai Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersamaan dengan beberapa kabupaten/kota di Jateng. Sangat dimungkinkan Pak Sandiaga Uno (Menparekraf) bergabung karena terkait pariwisata,”jelasnya, kemarin.

Hasib menyenbutkan, pemakaian QRIS dalam rangka peningkatan kualitas layanan pada pengunjung. Terlebih sebagian besar wisatawan berasal dari luar kota.

“Pembayaran non tunai ini untuk menjamin ketertiban dalam pengelolaan retribusi, disamping kita harus menyesuaikan dengan perkembangang teknologi dan informasi,”tutur Hasib.

Lebih lanjut dikatakan, dengan pembayaran non tunai, laporan pemasukan dan pengeluaran bisa dilakukan secara online dan lebih akurat.

Tidak hanya dibagian pembayaran tiket masuk, nantinya pembayaran non tunai dengan QRIS ini juga berlaku di semua lini yang ada di objek wisata Guci. Seperti pasar, wahana wisata dan sebagainya.

Menurutnya, untuk menerapkan pembayaran non tunai secara penuh butuh penyesuaian. Dibutuhkan sosialisasi pada masyarakat terutama kepada pedagang pasar maupun pengelola wisata, termasuk calon wisatawan mengenai dompet digital.

“Kita akan beri pemahaman kepada calon pengunjung agar punya dompet digital. Jadi butuh waktu,”sebutnya.

Selain sarana prasarana juga butuh penyesuaian di lapangan. Dikatakan, untuk pemakaian QRIS, Pemkab Tegal bekerjasama dengan Bank Jateng .

“Obyek Wisata Guci sebagai percontohan pemakaian QRIS. Nantinya juga akan diterapkan di obyek wisata lain, seperti Cacaban dan Purwahamba Indah,”imbuhnya.

Terkait dengan peningkatan kualitas layanan kepada pengunjung, secara bertahap dilakukan penataan di obyek wisata tersebut.

Setelah memberlakukan e-ticketing non tunai, pihaknya juga akan membangun jalur alternatif di pos satu pintu masuk/retribusi yang diperuntukan keluar masuk warga lokal dari Dukuh Pekandangan dan Desa Guci

“Nantinya warga lokal tidak lagi melewati pintu utama masuk objek wisata Guci tapi lewat jalur alternatif yang disediakan. Jalur alternatif sepanjang sekitar 300 sampai 400 meter. Nanti juga ada petugas kendalinya dari warga lokal,”sebutnya.

Selanjutnya, di pintu gerbang retribusi akan dibangun pintu otomatis, sehingga setiap orang yang akan berkunjung ke Guci harus membayar retribusi. Bila tidak membayar maka pintu tidak bisa dibuka.

“Jangan lagi petugas kami yang salah, selama ini dari pihak luar pun tidak bisa tertib, karena merasa berkuasa tidak bayar. Dengan gardu otomatis semua tertib,semua orang diluar Guci dan Pekandangan yang berwisata ke Guci harus bayar sesuai dengan Perda nomor 12 tahun 2019,”imbuhnya.

BERITA LAINNYA