Take a fresh look at your lifestyle.

Giliran Kawasan Kota Brebes Kebanjiran

- Akibat Drainase Perkotaan Tak Maksimal

52

BREBES – Kawasan Kota Brebes mendadak dikepung banjir, Kamis petang (18/2). Ini menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Akibat saluran drainase perkotaan tak berfungsi maksimal, memicu terjadi genangan banjir di beberapa titik. Bahkan, Kompleks Alun-Alun Kota Brebes dan Pendapa Kabupaten juga terkena dampaknya.

Pantauan di lapangan menyebutkan, hujan deras mulai mengguyur Kota Brebes sekitar pukul 16.00. Terpantau, sejumlah titik yang kebanjiran di antaranya Alun-alun Kota Brebes, Pendapa Kabupaten, Kampung Kauman, Kampung Pesangrahan, Kampung Saditan Jalan Sultan Agung (Kelurahan Brebes), dan Kelurahan Pasarbatang.

Bahkan, di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Pasar Pujasera Brebes, sebuah pohon dan tiang tumbang, akibat diterjang angin kencang. Batang pohon yang tumbang langsung dibersihkan oleh petugas dari Kantor Lingkungan Hidup Pemkab Brebes.

Di Alun-alun Kota Brebes, banjir menggenangi seluruh ruas jalan yang ada. Kondisi terparah, terjadi di Kampung Kauman RW 10 Kelurahan Brebes, tepatnya di Jalan Agus Salim. Ketinggian air di kawasan belakang Pendapa Kabupaten Brebes itu, mencapai 50 sentimeter. Bahkan, air sudah mulai memasuki rumah-rumah warga.

Kondisi banjir di Kampung Kauman, Brebes
Kondisi banjir di Kampung Kauman, Brebes

Sementara di Pasarbatang, banjir terjadi di jalan Prof Moh Yamin, Pier Tendean dan Lenjen Suprapto. Ketinggian air mencapai di atas 30 sentimeter. Bahkan, Kantor Bupati Brebes juga ikut kebanjiran.

Ketua RW 10 Kampung Kauman, Kelurahan Brebes, Masykuri menuturkan, banjir yang terjadi akibat genangan air hujan yang tidak bisa mengalir, lantaran saluran drainase perkotaan tidak lancar. Di wilayahnya setiap kali hujan turun deras dan lama, dipastikan akan kebanjiran. Namun banjir yang terjadi kali ini, terbilang paling besar. Sebab, air sudah masuk ke pemukiman warga. Biasanya air hanya menggenangi jalan.

“Malam ini banjir yang paling tinggi di wilayah kami. Kami berharap, persoalan ini segera di atasi pemkab, apalagi wilayah kami berada di belakang Pendapa Kabupaten,” ujarnya.

Sementara Ketua RT 02/ RW 04 Kelurahan Pasarbatang, Tri Handoko mengatakan, di wilayahnya juga terdampak banjir yang disebabkan persoalan drainase. Bahkan, banjir yang terjadi ini terbilang paling tinggi. Sebab, sebelumnya hanya menggenangi jalan, tapi sekarang sudah masuk ke rumah warga. “Parah dan ini saya lihat paling parah, karena sudah ada yang masuk rumah airnya. Kami minta persoalan ini ditangani sesegera mungkin,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA