Take a fresh look at your lifestyle.

Gerakan Kembali Bersekolah Raih Top 45 Inovasi Pelayanan

184

BREBES – Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang dilaksanakan Kabupaten Brebes, berhasil meraih penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 Kementerian Pendayagunaan Negara Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) RI. Penghargaan diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Wakil Bupati Brebes Narjo yang mewakili Bupati Brebes di Istana Wapres RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/10) lalu.

“Alhamdulillah, GKB Brebes kembali diapresiasi sebagai Inovasi Pelayanan Publik oleh pemerintah pusat,” kata Wakil Bupati Brebes, Narjo.

Menurut dia, dengan inovasi itu akan muncul kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Ribuan anak usia sekolah, tentu akan berbahagia karena kembali bersekolah dan meningkatkan derajat pendidikannya. Setelah masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, selanjutnya GKB akan dikompetisikan ke tingkat internasional, yakni United Nation Public Service (UNPSA) 2019. “Kita jangan berpuas diri,  karena masih ada jenjang di ajang yang lebih tinggi. Teruslah berinovasi untuk bidang bidang lainnya,” seru dia.

Diterimanya penghargaan itu, terang dia, karena Pemkab Brebes telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan masyarakat yang lebih baik. Khususnya, memberikan perhatian penuh terhadap kelangsungan pendidikan bagi anak-anak Brebes. Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama turut serta mengangkat derajat pendidikan mereka, sehingga tidak putus sekolah. “Minimal, anak-anak Brebes mengenyam pendidikan hingga jenjang SLTA,” tandasnya.

Dia mengatakan, melalui GKB Brebes dipandang telah berhasil menciptakan inovasi pelayanan dasar dalam bidang pendidikan. Inovasi GKB dirintis sejak 2017 dengan target 1000 anak putus sekolah dan berhasil mengembalikan sebanyak 1.212 anak Kembali Bersekolah. Di Brebes saat ini ada 16.874 anak tidak sekolah akibat putus sekolah, dan tidak melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA. “Pada akhir tahun 2022, seluruh anak Brebes ditargetkan harus sekolah hingga jenjang SLTA, baik formal maupun non formal,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA