Take a fresh look at your lifestyle.

Gerak Cepat Polsek Galtim, 15 Menit Jambret Dibekuk

82

TEGAL – Gerak cepat Unit Reskrim Polsek Tegal Timur (Galtim) Polres Tegal Kota, patut diacungi jempol. Itu lantaran kurang dari 15 menit, seorang pelaku jambret akhirnya dapat dibekuk.

Kejadiannya berawal ketika dua siswi Kelas 7 SMPN di Kabupaten Tegal, dalam perjalanan pulang belajar kelompok, melintas di Jl Antaboga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, sekitar pukul 09.30, kemarin.

”Terus dari belakang ada orang naik sepeda motor, menyalip saya dan ambil tas yang ada di keranjang depan sepeda,” terang Arp (12) didampingi rekannya Nsm (11), dua siswi pelajar SMP saat melapor di penjagaan Mapolsek Galtim.

Korban mengatakan, sempat terjadi tarik menarik tasnya dengan pelaku. Tapi korban kalah kuat.

Akhirnya tas berisi tempat air minum warna hijau muda, dua handphone (hp) Xiomi Redmi 4 warna putih keemasan, hp Samsung Tab 3 warna hitam dan uang Rp 10.000, dapat dibawa kabur pelaku.

Saat melapor di Mapolsek Galtim, korban memberikan ciri-ciri dan warna kendaraan pelaku.

Kapolsek Galtim Kompol Agus Endro Wibowo, kemudian menerjunkan tim reaksi cepat dari Unit Reskrim untuk mengejar jejak pelarian pelaku jambret tersebut.

Tim berjumlah lima orang, kemudian bergerak cepat, menyebar ke sejumlah lokasi, memburu pelaku jambret.

Dengan dugaan, pelaku yang beraksi seorang diri, belum begitu jauh kabur dari lokasi kejadian.

Memergoki Pelaku

Ternyata memang benar. Personel reserse yang memburunya, memergoki pelaku dengan ciri-ciri seperti yang dilaporkan korban.

Pelaku saat itu, berhenti di pinggir Jl Sumbodro, tengah membuka tas. Ketika didekati personel unit reskrim, ternyata isi tas yang dibuka pelaku berisi barang-barang milik korban, seperti yang dilaporkan ke Mapolsek Galtim.

Pelaku jambret yang mengendarai sepeda motor Kawasaki ZX130 nopol G-4220-QF, kemudian langsung diamankan.

Kepada penyidik di Unit Reskrim Polsek Galtim, pelaku yang diketahui bernama Iqbal Mustika (20), akhirnya mengakui perbuatan pejambretan tersebut.

Warga RT 3 RW 2 Desa Pagongan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal itu mengaku, karena terdesak kebutuhan ekonomi, terpaksa melakukan perbuatan kriminal.

”Sasaran saya hp milik anak ini. Kalau dijual bisa laku Rp 300.000 sampai Rp 400.000. Lumayan bisa untuk tambah-tambah kebutuhan hidup,” ucap pelaku yang tercatat bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo SIK MH mengimbau, para orang tua hendaknya lebih berhati-hati lagi dalam menjaga putra-putrinya. Karena ada modus baru pejambretan dengan sasaran anak-anak sekolah.

Di sisi lain, dia juga mengapresiasi positif, atas kerja cepat jajarannya dalam mengungkap kasus tersebut.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA