Take a fresh look at your lifestyle.

Geledah Sel Napi, Tim Gabungan Amankan Puluhan Barang Berbahaya

165

BREBES, smpantura.com – Tim gabungan Lapas Brebes, Polres Brebes dan BNN Kota Tegal menggelar razia di ruang sel tahanan, Selasa malam ini (6/4). Dari pengeledahan sel para nara pidana (napi) di Lapas Kelas IIB Brebes ini, petugas berhasil mengamankan puluhan barang berbahaya dan dilarang disimpan dalam sel tahanan.

Puluhan personel gabungan diterjunkan dalam razia tersebut. Mereka terbagi dalam tiga kelompok, yang bertugas mengeledah setiap ruangan tahanan. Dari puluhan barang milik napi yang diamankan tersebut, di antaranya gunting, handphone, alat cetutan kuku, sendok besi, pecahan kaca, paku, hingga alat cukur kumis. Selain itu, petugas juga melakukan tes urine secara acak kepada para napi.

“Semua barang yang kami amankan ini, merupakan barang yang dilarang disimpan di dalam sel tahanan, karena dinilai berbahaya. Sendok besi ini misalnya, bisa dibuat pisau,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Isnawan, usai razia.

Dia mengatakan, razia yang melibatkan polisi dan BNN itu dilaksanakan sebagai upaya antisipasi terhadap tindak kejahatan dan peredaran narkoba di dalam Lapas. Kegiatan itu juga dalam rangka hari Bakti Pemasyarakatan ke-57, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Lapas di Indonesia. “Dalam kegiatan ini, kami menggandeng BNN untuk melakukan tes urine kepada napi. Tes urine ini dilakukan secara acak, dan napi yang dipilih diserahkan sepenuhnya ke petugas BNN,” terangnya.

Dari tes urine itu, lanjut dia, ada sebanyak 15 napi yang diambil sampel urinenya. Setiap blok diambil 2 orang napi secara acak. Dari jumlah tersebut, hasilnya semua negatif. “Dari 15 napi yang ambil acak ini, semua hasilnya negatif,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, di Lapas Brebes saat ini dihuni oleh 261 napi warga binaan. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 70 orang nabi kasus narkoba. Sementara kapasitas maksimal Lapas hanya 200 orang. Sehingga, kondisi Lapas Brebes sudah melebihi kapasitas. “Kalau dari kapasitas maksimal, Lapas ini sudah melebihi. Termasuk juga dengan jumlah personel petugas Lapas yang sangat terbatas. Namun kami upayakan semaksimal mungkin dalam pengamanannya,” pungkas dia.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA