Take a fresh look at your lifestyle.

Gelar Hajatan, Penyelenggara Diminta Sediakan Sabun dan Air

144

SLAWI-Bagi warga yang hendak menggelar hajatan, mulai saat ini diminta untuk menyiapkan sarana cuci tangan, berupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.

Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun dipercaya sebagai upaya mencegah penularan virus Korona.

“Bagi pemilik hajat atau EO, agar menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun. Di dalam acara, pembawa acara agar menyampaikan agar tamu tidak salaman. Salaman bisa dengan model lain,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, Senin (16/3).

Selain mencuci tangan, tamu undangan juga disarankan agar tidak terlalu lama berkerumun atau mengobrol.  “Jangan terlalu lama berkerumun, jangan ngerumpi , lebih dari 15 orang berisiko,”terang Joko yang ditunjuk sebagai juru bicara oleh Dinkes.

Untuk urusan cuci tangan, Joko menyebutkan, tidak harus menggunakan hand sanitizer, tetapi bisa menggunakan sabun .

“Untuk kebersihan tangan tidak hanya dengan hand sanitizer, tetapi bisa dengan sabun cuci piring, sabun colek, sabun apa saja,”jelasnya, usai menghadiri acara Kabar Bupatiku di Studio Mini Humas, Senin (16/3).

Sementara itu, pencegahan penularan penyakit dilakukan RSUD Dr Soeselo Slawi dengan melarang warga datang membesuk pasien yang tengah menjalani rawat inap. Aturan ini mulai diberlakukan Senin (16/3)

“Mulai hari ini tidak boleh membesuk. Aturannya memang tidak boleh besuk, tetapi budaya kita silaturahmi . Saat ini diharapkn tidak terjadi transmisi dari penderita ke pengunjung atau pengunjung ke Adiwerna, ”ujarnya.

Wakil Direktur RSUD Dr Soeselo Slawi Bidang Pelayanan,  Titis Cahyaningsih menambahkan, selain melarang warga membesuk, rumah sakit akan membatasi jumlah penunggu pasien. Penunggu pasien maksimal dua orang.

Kemudian akan dilakukan pemeriksaan suhu (thermal detection). Bagi warga yang suhunya 38 derajat celcius disarankan tidak masuk rumah sakit dan diminta menunda  besuk pasien.

Selain itu anak-anak dibawah 14 tahun maupun lansia di atas 60 tahun dilarang menunggu pasien.

“Rumah sakit akan menyediakan ruang tunggu khusus anak-anak yang cukup nyaman,”sebutnya. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA