Take a fresh look at your lifestyle.

Geger Hujan Abu di Pemalang

347

PEMALANG – Warga yang melintas di Kabupaten Pemalang bagian selatan antara lain Randudongkal dan Belik geger lantaran terjadi hujan abu. Peristiwa langka ini direkam warga dengan gawai dan disebarluaskan melalui grub-grub whatshapp dan jejaring sosial lainnya.

Di media sosial diungkapkan hujan abu terjadi pada Senin(6/4) mulai pukul 17. 30. Beberapa akun berita media sosial bahkan menulis hujan abu sebagai dampak dari status Gunung Slamet yang berada pada level II Waspada tanpa ada konfirmasi dari pihak berwenang, hanya mengutif data dari https://magma.vsi.esdm.go.id/.

Pengamat Gunung Slamet di Pos Gambuhan Sukedi mengatakan hujan abu yang viral di media sosial belum bisa dipastikan.”Kalau kabut betul, tapi kalau hujan abu belum ada laporannya,”kata Sukedi.

Sementara itu kondisi Gunung Slamet kata dia terpantau jelas ada kabut dan awan putih tebal pada ketinggian sampai 200 meter. Gunung Slamet sendiri berstatus waspada sejak Agustus 2019.

Dalam status waspada tersebut masyarakat tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer.

Sementara itu pengamatan di Pos Gambuhan Senin kemarin tidak ada gempa letusan pada sore hari. Kemudian arah angin di kawah dominan ke arah barat. Lalu dari pengamatan video yang tersebar di media sosial tampak partikel yang berterbangan lebih cenderung ke embun atau kabut. Hal itu ditegaskan Camat Belik, Heru Weweg Sembodo yang sudah melakukan penelurusan ke seluruh desa di wilayahnya.

“Tidak benar ada hujan abu di wilayah kami mas, adanya kabut,”ujarnya.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA