Take a fresh look at your lifestyle.

Gas 3 Kg Langka, Hiswana Migas Sidak Pangakalan

77

SLAWI – Hiswana Migas Divisi Pekalongan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah pangkalan gas di wilayah Kabupaten Tegal, Rabu (26/8). Sidak itu dilakukan karena masyarakat kesulitan mendapatkan gas Elpiji 3 Kg. Alhasil, kelangkaan Elpiji 3 Kg karena adanya keterlambatan pengiriman dari agen ke pangkalan.

Sidak kelangkaan Elpiji 3 Kg dilakukan Ketua Hiswana Migas Divisi Pekalongan, Fajar Mahardika didampingi Sales Branch Manager LPG Wilayah I Pertamina Tegal, Vano Daniel Wibawanto. Salah satu pangkalan yang di sidak yakni Pangkalan Elang Suhana milik Surya Candra Ndaru Kartika (52) di Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Ketua Hiswana Migas Divisi Pekalongan, Fajar Mahardika mengatakan, kelangkaan gas 3 Kg di masyarakat disinyalir karena adanya keterlambatan distribusi dari agen ke pangkalan. Pasalnya, tidak ada pengurangan alokasi tabung gas 3 Kg. Bahkan, pada event-event tertentu akan ada penambahan sesuai dengan kebutuhan.

“Tidak ada pengurangan hanya keterlambatan pengiriman. Kelangkaan hanya di tingkat pengecer,” ujarnya.

Dikatakan, masyarakat diminta untuk langsung datang ke pangkalan agar lebih cepat mendapatkan tabung gas 3 Kg. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan harga sesuai dengan HET yakni Rp 15.500. Pihaknya tidak bisa mengontrol harga Elpiji 3 Kg di tingkat pengecer.

“Kami minta pangkalan mengutamakan penjualan ke rumah tangga,” harapnya.

Sales Branch Manager LPG Wilayah I Pertamina Tegal, Vano Daniel Wibawanto menjelaskan, pasca long weekend yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, konsumsi LPG khususnya PSO di Kota dan Kabupaten Tegal mengalami kenaikan. PT Pertamina (Persero) di wilayah Marketing Operation Region IV Jawa Bagian Tengah mencatat kenaikan permintaan 10 persen yaitu sebesar 20 metric ton (MT) dari rata-rata harian 180 MT di bulan Juli 2020 menjadi 200 MT.

“Namun, nyatanya di lapangan masih terjadi penyaluran yang tidak tepat sasaran yaitu kalangan mampu atau usaha menengah ke atas masih menggunakan Elpiji 3 Kg bersubsidi sehingga sempat terjadi kendala di pasokan,” ujarnya.

Menurut dia, stok Elpiji sebenarnya aman, namun khusus Elpiji 3 kg bersubsidi penyalurannya harus sesuai dengan ketentuan dan yang paling utama adalah menyalurkan kepada keluarga atau pihak yang tidak mampu. “Kami berharap masyarakat atau konsumen juga dapat mengawasi distribusi gas 3 Kg dan melaporkan ke kontak Pertamina 135 jika terjadi kendala pasokan atau memberikan informasi lainnya,” pintanya.

Pemilik Pangkalan Elang Suhana, Surya Candra Ndaru Kartika (52) menjelaskan, permintaan tabung gas 3 Kg mengalami kenaikan sejak pendemi Covid-19. Tiap hari, rata-rata permintaan mencapai 100 tabung gas. Padahal, jatah tabung gas 3 Kg sebanyak 100 tabung perhari. Namun, pada akhir pekan, kenaikan bisa mencapai 200-300 tabung perhari.

“Orang banyak di rumah karena pendemi Corona, dan mereka produksi makanan untuk dijual secara online,” ujarnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA